Tahukah Anda, Bulog Maluku Siapkan 501 Ton Beras SPHP Bulog untuk Gerakan Pangan Murah?
Bulog Maluku menyiapkan 501 ton Beras SPHP Bulog dalam gerakan pangan murah serentak di 48 titik. Bagaimana upaya ini menjaga stabilitas harga pangan?
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Maluku dan Maluku Utara secara masif menggelar gerakan pangan murah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat. Sebanyak 501 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah disiapkan untuk mendukung kegiatan ini.
Gerakan pangan murah ini akan berlangsung serentak di 48 titik yang tersebar di dua provinsi. Sebanyak 28 titik berada di wilayah Maluku, sementara 20 titik lainnya berlokasi di Maluku Utara. Inisiatif ini bertujuan memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan dan potensi situasi rawan inflasi.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi erat antara Bulog dengan Dinas Ketahanan Pangan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, serta TNI-Polri. Pelaksanaan gerakan pangan murah ini akan berlangsung secara intensif selama tiga hari ke depan. Pemerintah Indonesia secara keseluruhan menggelontorkan 43.665 ton beras SPHP secara serentak di ribuan titik seluruh Indonesia, berpusat di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta.
Distribusi Beras SPHP dan Harga Terjangkau
Kepala Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Mara Kamin Siregar, menjelaskan detail persiapan gerakan pangan murah ini. Untuk seluruh titik distribusi, total 501 ton beras SPHP telah dialokasikan. Khusus di wilayah Ambon, setiap titik penjualan akan menyediakan lima ton beras, selain itu juga tersedia gula pasir dan minyak goreng.
Harga yang ditawarkan dalam gerakan ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras SPHP dijual seharga Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per karung. Harga ini berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp13.500. Selain beras, gula dan minyak goreng juga tersedia dengan harga terjangkau, yakni Rp18.000 per kilogram atau per liter.
Gerakan pangan murah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Dengan harga yang lebih rendah, masyarakat dapat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok. Bulog juga berharap pihak kecamatan dapat membantu menginformasikan kepada warga mengenai ketersediaan beras murah ini agar jangkauannya lebih luas.
Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan
Tujuan utama dari gerakan pangan murah ini adalah menjaga keterjangkauan harga pangan di masyarakat. Bulog berkomitmen untuk memastikan stok pangan selalu tersedia dan harga tetap stabil. Hal ini penting agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok, terutama di tengah potensi inflasi.
Ketersediaan Beras SPHP Bulog dalam jumlah besar ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengendalikan inflasi. Dengan menyalurkan beras langsung ke masyarakat melalui titik-titik penjualan, diharapkan rantai distribusi dapat dipersingkat. Ini membantu menekan biaya dan menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen.
Upaya stabilisasi harga pangan ini juga menjadi langkah antisipasi menjelang hari-hari besar dan periode rawan inflasi. Dengan memastikan pasokan yang cukup dan harga yang terjangkau, pemerintah berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dalam gerakan ini menunjukkan komitmen bersama untuk ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews