Gerakan Pangan Murah Banda Aceh: Pemkot dan TNI AU Kolaborasi Hadirkan Sembako Subsidi untuk Warga

Pemerintah Kota Banda Aceh bersama TNI AU menggelar Gerakan Pangan Murah bersubsidi di Taman Bustanussalatin, meringankan beban warga dan mengendalikan inflasi pascabencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gerakan Pangan Murah Banda Aceh: Pemkot dan TNI AU Kolaborasi Hadirkan Sembako Subsidi untuk Warga
Pemerintah Kota Banda Aceh bersama TNI AU menggelar Gerakan Pangan Murah bersubsidi di Taman Bustanussalatin, meringankan beban warga dan mengendalikan inflasi pascabencana. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh berkolaborasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda (SIM) menggelar gerakan pangan murah bersubsidi. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat di Ibu Kota Provinsi Aceh.

Gerakan ini diadakan di Taman Bustanussalatin Banda Aceh pada Sabtu (11/4), menghadirkan seribu paket sembako dengan harga terjangkau. Inisiatif ini merupakan bagian dari perayaan HUT Ke-80 TNI AU dan HUT Ke-821 Kota Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyatakan bahwa pasar murah bersubsidi sangat dibutuhkan masyarakat, terutama pascabencana banjir yang sempat memicu inflasi di Aceh. Kolaborasi ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga.

Kolaborasi Strategis untuk Kesejahteraan Warga

Gerakan pangan murah ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan institusi militer dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya sekadar penjualan sembako, tetapi juga wujud kepedulian bersama terhadap kondisi ekonomi warga.

Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal menekankan pentingnya subsidi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. "Alhamdulillah hari ini berkolaborasi dengan TNI AU, kami menghadirkan pasar murah yang disubsidi pemerintah, ini dibutuhkan masyarakat," ujarnya di Banda Aceh.

Dukungan dari Lanud SIM turut memperlancar pelaksanaan kegiatan, menarik antusiasme tinggi dari masyarakat. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk memberikan manfaat maksimal bagi warga Banda Aceh.

Detail Paket Subsidi dan Dampak Ekonomi

Dalam gerakan pangan murah ini, disiapkan 1.000 paket sembako yang berisi berbagai kebutuhan pokok. Setiap paket terdiri dari beras premium 5 kilogram, minyak goreng dua liter, gula dua kilogram, dan satu papan telur ayam.

Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp50 ribu per paket, sehingga harga jual kepada masyarakat menjadi Rp175 ribu dari harga normal Rp225 ribu. Penurunan harga ini signifikan bagi daya beli masyarakat.

Illiza menjelaskan bahwa subsidi ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk mengendalikan inflasi yang sempat terjadi pascabencana banjir. "Insya Allah ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi upaya mengendalikan inflasi," tambahnya.

Komitmen Berkelanjutan TNI AU dan Pemkot

Komandan Lanud SIM, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, menegaskan bahwa gerakan pangan murah ini adalah bagian dari kegiatan sosial "Seulawah Dirgantara for Humanity". Ia sangat mengapresiasi dukungan dari Pemkot Banda Aceh.

Kolonel Suryo Anggoro menyatakan bahwa kegiatan sosial TNI AU tidak akan berhenti hanya pada momen ulang tahun saja. "Insya Allah kegiatan ini tidak berhenti pada HUT TNI AU saja, terus berkelanjutan untuk membantu pemerintah mengatasi kesulitan rakyat," katanya.

Komitmen ini menunjukkan bahwa baik Pemkot Banda Aceh maupun TNI AU memiliki visi jangka panjang untuk terus membantu masyarakat. Upaya kolaboratif semacam ini menjadi contoh positif dalam penanganan isu sosial dan ekonomi di daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi