Perum Bulog bersama Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) secara masif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk menstabilkan harga beras di pasaran dan memastikan ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat.
Kegiatan GPM ini menyasar pasar tradisional hingga pelosok desa, menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan akses beras dengan harga terjangkau. Distribusi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk efektivitas penyaluran.
Langkah kolaboratif antara Bulog dan Polda Sulut ini merupakan respons konkret terhadap dinamika harga beras. Diharapkan program ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara.
Advertisement
Advertisement
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Perum Bulog dan Polda Sulut ini memiliki jangkauan distribusi yang luas. Kegiatan ini tidak hanya terfokus pada pusat kota, tetapi juga merambah ke daerah-daerah lain.
Kepala Perum Bulog Sulut, Ermin Tora, menjelaskan bahwa GPM kali ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis. "Kali ini kami melakukan GPM bersama Polda Sulut di pasar tradisional Airmadidi di Kabupaten Minahasa Utara dan Pasar Tondano di Minahasa," ujarnya.
Selain pasar tradisional, distribusi beras juga diperluas melalui kerja sama dengan kepolisian setempat. Polres Manado, Polres Minahasa Tenggara, dan Polres Minahasa Selatan turut serta dalam menggelar GPM di berbagai kelurahan dan desa. Hal ini memastikan Gerakan Pangan Murah Bulog Sulut dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
Advertisement
Upaya masif ini menunjukkan komitmen Bulog dan Polda Sulut dalam memastikan pemerataan akses pangan. Dengan demikian, semua kalangan masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari program stabilisasi harga ini.
Advertisement
Dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) kali ini, Perum Bulog menggelontorkan ribuan paket beras untuk masyarakat. Sebanyak 12.000 paket beras SPHP didistribusikan untuk membantu menekan harga di pasaran, sekaligus memberikan alternatif pangan yang terjangkau.
Setiap paket beras SPHP tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp58 ribu untuk kemasan 5 kilogram. Harga ini menunjukkan selisih signifikan dibandingkan beberapa jenis beras premium di pasar tradisional yang masih dijual seharga Rp85 ribu/5 kg, memberikan keuntungan langsung bagi konsumen.
Kepala Perum Bulog Sulut, Ermin Tora, menyatakan harapannya terhadap dampak positif dari GPM ini. "Kami berharap harga beras akan semakin stabil, dan masyarakat dapat memanfaatkan penjualan beras SPHP ini untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka," katanya.
Advertisement
Pihak Bulog berharap bahwa program Gerakan Pangan Murah Bulog Sulut yang dilakukan secara masif ini akan mampu menjangkau semua kalangan masyarakat. Tujuannya adalah untuk menekan harga beras hingga tetap stabil di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya, sehingga stabilitas pangan di daerah tersebut dapat terus terjaga dan tidak membebani masyarakat.
Sumber: AntaraNews