Perum Bulog Subdivre Cabang Cianjur, Jawa Barat, melaporkan ketersediaan stok beras yang melimpah di gudang mereka. Tercatat, stok beras saat ini mencapai 21 ribu ton, sebuah angka yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Jumlah stok ini diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi, selama empat hingga lima bulan ke depan. Laporan ini disampaikan pada Rabu, 15 April, seiring dengan upaya Bulog menjaga ketahanan pangan.
Ketersediaan stok beras yang stabil ini menjadi krusial untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasaran. Terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha 2026, di mana permintaan biasanya meningkat.
Advertisement
Advertisement
Kepala Perum Bulog Subdivre Cabang Cianjur, Yanto Nurdianto, menyatakan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Cianjur saat ini mencapai 21 ribu ton. Jumlah ini diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi, selama empat hingga lima bulan ke depan.
Peningkatan stok ini merupakan hasil dari tingginya penyerapan gabah dari petani di ketiga wilayah tersebut. Proses penyerapan gabah masih terus berjalan, sehingga potensi penambahan stok beras sangat besar.
Sepanjang tahun 2026, Bulog Cianjur telah menyerap gabah petani hingga 38 ribu ton. Angka ini menunjukkan optimisme Bulog dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan memastikan pasokan yang cukup.
Advertisement
Advertisement
Untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, Perum Bulog Subdivre Cabang Cianjur gencar melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan untuk memberikan akses beras dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
Selain GPM, distribusi beras juga diperluas melalui berbagai jaringan penyaluran. Ini mencakup toko-toko di pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, serta kegiatan pasar murah yang diselenggarakan bersama dinas dan instansi terkait di Pemkab Cianjur.
Dukungan dari TNI/Polri turut memperkuat pelaksanaan kegiatan distribusi dan stabilisasi harga ini. Pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras sebanyak dua kali bagi ratusan ribu penerima di Cianjur.
Advertisement
Bantuan beras pemerintah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan menekan kenaikan harga, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Ini merupakan upaya kolektif dalam menjaga daya beli masyarakat dan ketersediaan pangan.
Sumber: AntaraNews