Stok Bahan Pokok di Kotawaringin Barat Dipastikan Aman untuk Enam Bulan ke Depan
Perum Bulog Cabang Kotawaringin Barat menjamin stok bahan pokok di wilayah tersebut aman hingga enam bulan mendatang, menepis kekhawatiran masyarakat di tengah isu global.
Perum Bulog Cabang Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memastikan ketersediaan bahan pokok strategis di wilayahnya dalam kondisi aman. Ricky Bagus, Kepala Bulog Kobar, menegaskan bahwa pasokan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. Kepastian ini disampaikan untuk menenangkan warga di tengah berbagai isu global yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga.
Jaminan stok yang memadai ini mencakup komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan dasar. Ketersediaan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan menghindari kepanikan pembelian. Pihak Bulog terus memantau pergerakan harga dan pasokan di pasar lokal secara berkala.
Meskipun terdapat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan isu global lainnya, Bulog berkomitmen menjaga harga bahan pokok tetap stabil. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan.
Ketersediaan Komoditas dan Stabilitas Harga di Kobar
Gudang Perum Bulog di Kotawaringin Barat saat ini menyimpan cadangan signifikan untuk beberapa komoditas pangan utama. Ricky Bagus menyebutkan, stok beras mencapai 1.300 ton, gula sebanyak 61 ton, serta minyak goreng tersedia 177 ton. Jumlah ini, menurutnya, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kobar selama setengah tahun ke depan.
Di tengah gejolak ekonomi global dan kenaikan harga BBM, Bulog berhasil mempertahankan stabilitas harga komoditas pangan di tingkat konsumen. Harga beras premium di Bulog saat ini dipatok Rp15.400 per kilogram, sementara beras SPHP dijual seharga Rp13.100 per kilogram. Minyak goreng juga tersedia dengan harga stabil Rp15.700 per liter.
Ricky Bagus menjelaskan bahwa meskipun ada peningkatan permintaan untuk minyak goreng dan gula di pasar, harga dari Bulog tetap terjaga. Ia mengindikasikan bahwa kenaikan harga di pasar mungkin dipengaruhi oleh faktor lain seperti kenaikan harga plastik kemasan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan dan harga dari Bulog.
Antisipasi Kepanikan dan Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan Daerah
Bulog mengimbau masyarakat Kotawaringin Barat untuk tidak panik terkait stok serta harga bahan pokok. Menurut Ricky Bagus, apabila sampai terjadi kepanikan, justru itu yang dapat memicu kenaikan harga. Hal ini bisa menciptakan kelangkaan buatan dan mendorong harga naik secara tidak wajar.
Untuk memperkuat kemandirian pangan di daerah, Bulog aktif bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Program Gerakan Pangan Murah (GPM). Koordinasi erat dilakukan dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kobar. Bulog selalu siap mendukung setiap permintaan GPM di lokasi mana pun yang membutuhkan.
Selain di Kobar, penyaluran bantuan pangan oleh Bulog juga menjangkau wilayah lain seperti Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara. Ricky Bagus merinci alokasi bantuan pangan, dengan 162 ton untuk Kobar, 44 ton untuk Lamandau, dan 33 ton untuk Sukamara. Ini menunjukkan peran Bulog yang luas dalam menjaga ketahanan pangan regional.
Sumber: AntaraNews