Produsen Laptop Kesulitan Dapatkan Chip Intel Terbaru
Beberapa merek laptop terkenal kini mengalami kesulitan karena pasokan chip Intel Core dan Core Ultra terbaru yang terhambat.
Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk memiliki laptop baru dengan prosesor Intel Series 3, tampaknya masih harus menunggu lebih lama.
Intel dilaporkan mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar, yang menyebabkan kekhawatiran di kalangan produsen PC global.
Kabar ini disampaikan oleh Tim Culpan, seorang jurnalis berpengalaman yang pernah bekerja di Bloomberg, melalui laman Substack pribadinya.
Seperti yang dikutip dari Engadget pada Rabu (3/6/2026), Culpan mengungkapkan bahwa beberapa merek laptop ternama kini harus menelan pil pahit akibat pasokan chip Core dan Core Ultra terbaru yang terhambat.
Ironisnya, situasi ini justru menjadi bumerang bagi Intel. Mengacu pada laporan yang sama, sebelumnya Intel mendorong para produsen laptop untuk segera beralih ke chip Series 3 ini.
Hal ini disebabkan oleh rencana Intel untuk menghentikan produksi silikon generasi sebelumnya dalam waktu dekat.
Lini Core dan Core Ultra Series 3 bukan hanya sekadar produk baru bagi Intel, tetapi juga merupakan produk pertama yang menggunakan proses fabrikasi 18A.
Proyek ambisius ini diyakini akan menjadi kunci bagi Intel untuk merebut kembali dominasi di pasar chip dunia, yang selama dua dekade terakhir telah dikuasai oleh TSMC, perusahaan manufaktur besar asal Taiwan.
Untuk mencapai ambisi tersebut, Intel sengaja mengurangi produksi chip lawas yang dikenal dengan nama kode Alder Lake dan Raptor Lake.
Langkah ini diambil dengan alasan yang sangat politis, karena kedua generasi chip lama tersebut diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Dengan langkah ini, Intel berharap dapat mempercepat peralihan ke teknologi terbaru dan meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Kesalahan Besar
Namun, pendekatan ini ternyata menjadi kesalahan besar. Mengingat bahwa TSMC saat ini berperan sebagai "tulang punggung" yang mendukung hampir seluruh industri teknologi di dunia, Intel jelas bukanlah prioritas utama bagi mereka.
Selain itu, TSMC pastinya tidak ingin memberikan dukungan kepada pesaing yang secara terbuka berusaha untuk menjatuhkan posisi mereka.
Sayangnya bagi Intel, meskipun proses manufaktur inti 18A dilakukan secara mandiri, produk akhir dari chip baru ini masih sangat bergantung pada komponen tambahan yang hanya dapat diproduksi oleh TSMC.
Krisis Pasokan
Kondisi ini diperkirakan akan semakin memburuk. Sementara pasokan untuk pasar laptop belum stabil, Intel malah memperkenalkan Xeon 6+, chip server kelas atas pertama mereka yang diproduksi menggunakan fasilitas fabrikasi 18A.
Pembagian fokus produksi ini dikhawatirkan akan memperburuk kelangkaan di pasar. Menanggapi isu yang beredar, seorang eksekutif Intel yang memilih untuk tidak disebutkan namanya mengakui adanya masalah pasokan tersebut.
Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa perusahaan sedang berusaha keras untuk mengatasi kendala ini.
Hingga berita ini diturunkan, Intel belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai dampak kelangkaan ini terhadap harga dan ketersediaan laptop di pasar global dalam waktu dekat.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan pelaku industri, yang berharap agar situasi ini segera membaik.
Ketersediaan produk yang terbatas dapat menyebabkan lonjakan harga, sehingga membuat banyak orang merasa cemas. Dengan demikian, perhatian terhadap isu ini menjadi semakin penting seiring berjalannya waktu.