Sempat 'Dibuang', Kini Apple Ingin Balikan dengan Intel
Apple kembali mempertimbangkan kerja sama dengan Intel setelah memutuskan hubungan dalam penyediaan chipset selama bertahun-tahun.
Apple dilaporkan kembali menjalin kerja sama dengan Intel, yang mengejutkan banyak pihak. Hal ini mengingat sejarah panjang antara kedua perusahaan dalam pengembangan lini Mac, sebelum Apple beralih dari chip Intel ke chipset buatannya sendiri.
Informasi terbaru berasal dari analis Apple, Ming-Chi Kuo. Dalam cuitannya di X (sebelumnya Twitter) pada Senin (18/5/2026), Kuo menyebutkan bahwa Intel telah memulai pengujian skala kecil untuk fabrikasi chip iPhone, iPad, dan Mac kelas bawah.
Ia juga menyatakan bahwa produksi chip dari perusahaan semikonduktor yang berbasis di Santa Clara, California ini diperkirakan akan meningkat sepanjang tahun 2027 dan 2028.
Namun, perlu dicatat bahwa berita ini tidak berarti Apple akan kembali menggunakan prosesor Intel seperti pada era Mac berbasis x86. Jika kerja sama ini terwujud, Intel akan berfungsi sebagai pabrik pembuat chip, sementara desain chipset tetap berasal dari Apple.
Dengan kata lain, meskipun ada keterlibatan Intel, ini tetap akan menjadi Apple Silicon, hanya saja sebagian dari produksinya mungkin akan dilakukan oleh pabrik Intel di Amerika Serikat.
Langkah ini dapat membawa perubahan signifikan dalam rantai pasok Apple. Sejak 2016, TSMC telah menjadi pemasok eksklusif untuk system-on-a-chip bagi perangkat Apple, yang mencakup chip seri A untuk iPhone serta chip seri M untuk Mac dan iPad.
Kuo juga mengungkapkan bahwa Apple menggunakan proses Intel 18A untuk pengujian ini dan sedang mengevaluasi teknologi node canggih lainnya dari Intel.
Namun, hingga saat ini, belum ada informasi jelas mengenai chip seri A atau M mana yang sedang diuji.
Kuo menambahkan bahwa pengujian produksi ini ditujukan untuk chip yang diperuntukkan bagi perangkat kelas bawah atau model lama yang masih dijual. Beberapa pihak meyakini bahwa produksi awal ini berpotensi terkait dengan chip iPhone.
Bagi Apple, membuka jalur produksi di Intel dapat memberikan beberapa keuntungan, seperti mengurangi ketergantungan pada satu pemasok, memperkuat posisi negosiasi biaya, dan menambah fleksibilitas pasokan.
Langkah ini juga memiliki dimensi politik dan industri, di mana produksi chip oleh Intel di AS dapat sejalan dengan dorongan pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat manufaktur semikonduktor domestik.
TSMC Tetap Jadi Produsen Utama
Walaupun demikian, TSMC sepertinya tidak akan tergeser dalam waktu dekat. Menurut Kuo, TSMC masih akan menguasai sekitar 90 persen pasokan chip untuk Apple.
Ini menunjukkan bahwa Intel kemungkinan hanya akan menjadi pemasok tambahan untuk model tertentu, bukan sebagai pengganti utama TSMC. Pabrik asal Taiwan ini masih memiliki posisi yang kuat dan telah lama menjadi andalan Apple dalam memproduksi chip canggih.
Sejak lama, TSMC telah terlibat dalam produksi chip kelas atas untuk berbagai produk Apple seperti iPhone Pro, iPad Pro, dan Mac premium. Informasi ini cukup menarik, mengingat Intel pernah memiliki peran yang signifikan dalam sejarah produk Mac.
Selama bertahun-tahun, berbagai produk seperti MacBook, iMac, Mac mini, hingga Mac Pro menggunakan prosesor dari Intel. Namun, Apple mulai beralih dari Intel pada tahun 2020 ketika mereka memperkenalkan Apple silicon yang berbasis arsitektur ARM.
Peralihan ini telah mengubah wajah Mac secara drastis. Apple kini dapat lebih mengontrol desain chip, efisiensi daya, performa, dan integrasi perangkat lunak dengan lebih baik.
Sejak saat itu, Mac yang berbasis M-series telah menjadi salah satu kekuatan utama Apple di pasar laptop dan desktop.
Kerja sama baru dengan Intel ini kemungkinan bertujuan untuk memperluas rantai pasokan chip yang diproduksi oleh Apple sendiri. Di sisi lain, kesempatan ini sangat penting bagi Intel.
Jika Intel berhasil memenuhi standar yang ditetapkan oleh Apple, ada kemungkinan bahwa posisi perusahaan asal Santa Clara ini akan semakin kuat dan mampu bersaing dengan produsen chip di luar Amerika Serikat.
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5499742/original/061773500_1770793801-iPhone_17_Pro_Series_01.jpg)
Nama Samsung Pernah Terlihat Muncul
Banyak pihak kini menganggap bahwa ketergantungan pada satu pemasok berisiko tinggi. Gangguan dalam rantai pasokan, keterbatasan kapasitas produksi, serta lonjakan permintaan chip untuk pusat data AI membuat isu ini semakin mendesak.
Menurut laporan yang dilansir oleh Bloomberg pada Jumat (8/5/2026), Apple dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Intel dan Samsung untuk opsi produksi di luar TSMC.
Kejutan muncul ketika nama Samsung masuk dalam daftar perusahaan yang diperhatikan oleh Apple, di mana sejumlah eksekutif penting dari perusahaan tersebut dilaporkan telah mengunjungi pabrik Samsung yang berlokasi di Texas, Amerika Serikat.
Jika rumor mengenai kolaborasi ini benar, Apple akan memiliki rantai pasokan chip yang lebih beragam selain TSMC. Namun, Intel dan Samsung akan menghadapi tantangan besar jika mereka menjadi pemasok utama untuk Apple.
Salah satu tantangan terbesar adalah terkait dengan skala produksi dan tingkat hasil produksi chip atau yield. TSMC selama ini menjadi mitra utama Apple karena kemampuannya dalam memenuhi standar produksi dengan volume besar dan kualitas yang konsisten.
Selain itu, Apple dikenal sangat selektif dalam memilih pemasok komponen, terutama untuk chip yang berperan penting dalam performa produk-produk mereka.