Cek Harga Pangan di Pasar, Dirut Bulog: Sesuai HET dan HAP
Peninjauan pasar tersebut untuk memantau dan pengawasan rutin efektif menjaga daya beli masyarakat.
Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Mayor Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani memantau harga pangan di Pasar Terong Makassar, Minggu (1/3).
Peninjauan pasar tersebut untuk memantau dan pengawasan rutin efektif menjaga daya beli masyarakat.
Setelah melakukan pengecekan, Ahmad menyebut harga beras SPHP di Pasar Terong Makassar terjaga di Rp12.500/kg. Sementara untuk harga beras premium Rp14.900/kg, juga sesuai harga eceran tertinggi (HET).
"Minyak goreng juga stabil di Rp15.700/liter, dengan banner harga terpampang di kios-kios pengecer agar tidak terjadi penjualan di atas ketentuan. Terus gula dan tepung stabil," ujarnya.
Ahmad terkejut saat mengetahui harga daging sapi di Makassar lebih murah Rp20 ribu dibandingkan dengan harga acuan pembelian yakni sebesar Rp140 ribu/kg. Sementara untuk harga ayam potong di kisaran Rp32–33 ribu/kg.
"Ini menunjukkan stabilitas harga cukup terjaga,” kata Ahmad.
Ahmad juga memperingatkan kepada pengecer bahan pangan untuk tidak memainkan harga saat momen Ramadan dan Idulfitri. Ahmad menegaskan akan melakukan pengawasan rutin bersama dengan Satgas Pangan.
"Pengawasan rutin minimal tiga kali sepekan. Pengawasan bersama satgas pangan provinsi, Disperindag agar harga tetap terkendali hingga Idulfitri," ucapnya.
Stok Beras Disebut Cukup
Sebelumnya, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi mengatakan saat ini stok beras pada angka 533 ribu ton. Dengan jumlah tersebut, stok beras di Sulselbar cukup untuk 50 bulan.
"Itu cukup sampai lebaran tahun depan. Bahkan, boleh dikatakan 50 bulan kami aman," ujarnya usai melakukan sidak Pasar Terong bersama Forkopimda Sulsel, Jumat (20/2).
Fahrurozi mengatakan stok beras di wilayah Sulselbar merupakan yang terbesar dalam sejarah. Olehnya itu, Fahrurozi memastikan stok beras aman.
"Stok kami terbesar saat ini, sepanjang sejarah. Jadi, untuk Sulsel, untuk beras aman," tegasnya.
Selain beras, Fahrurozy juga menyebut stok minyak goreng juga cukup melimpah. Ia mengatakan setiap bulan mendapatkan suplai dari perusahaan Minyak Kita yang ada di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
"Suplai untuk kebutuhan penjualan dan stabilisasi bisnis di Sulsel," tuturnya.