Tak Perlu Khawatir! Bulog Sulselbar Pastikan Beras Tersedia Sampai Lebaran
Bulog Sulselbar menyebut stok beras aman sampai Lebaran Idulfitri tahun 2027.
Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) memastikan stok beras selama Ramadan hingga Idulfitri dalam kondisi aman. Bahkan, Bulog Sulselbar menyebut stok beras aman sampai Lebaran Idulfitri tahun 2027.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi mengatakan saat ini stok beras pada angka 533 ribu ton. Dengan jumlah tersebut, stok beras di Sulselbar cukup untuk 50 bulan.
"Itu cukup sampai lebaran tahun depan. Bahkan, boleh dikatakan 50 bulan kami aman," ujarnya usai melakukan sidak Pasar Terong bersama Forkopimda Sulsel, Jumat (20/2).
Stok Beras
Fahrurozi mengatakan stok beras di wilayah Sulselbar merupakan yang terbesar dalam sejarah. Olehnya itu, Fahrurozi memastikan stok beras aman.
"Stok kami terbesar saat ini, sepanjang sejarah. Jadi, untuk Sulsel, untuk beras aman," tegasnya.
Selain beras, Fahrurozy juga menyebut stok minyak goreng juga cukup melimpah. Ia mengatakan setiap bulan mendapatkan suplai dari perusahaan Minyak Kita yang ada di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
"Suplai untuk kebutuhan penjualan dan stabilisasi bisnis di Sulsel," tuturnya.
Satgas Saber
Fahrurozy juga mewanti-wanti pedagang beras dan minyak goreng untuk tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan oleh pemerintah. Ia mengatakan ada Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) yang akan memantau penjual dan retail.
"Apabila ada indikasi harga dijual di atas HET, maka akan dilakukan teguran. Jadi, teguran awal, teguran kedua, teguran ketiga," kata Fahrurozy.
Jika sampai teguran ketiga tersebut diindahkan, maka pedagang ataupun ritel bisa mendapatkan sanksi pencabutan izin.
"Kalau memang masih tetap toko ataupun pemilik barang itu masih menjual di atas HET, maka akan dilakukan tindakan lebih lanjut. Di mana sampai proses penutupan atau penutupan izin usaha," ucapnya.
Sementara Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, hasil pemantauan langsung di lapangan menunjukkan harga sembako dan sejumlah komoditas relatif stabil. Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, namun masih dalam batas toleransi dan tetap terkendali.
“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan hari ini, harga kebutuhan pokok relatif stabil. Ada yang naik karena momentum awal Ramadan, tetapi masih dalam batas wajar dan terkendali. Ada juga yang turun,” kata Andi Sudirman.
Harga Daging
Ia mencontohkan harga daging yang mengalami kenaikan dari Rp120 ribu menjadi Rp130 ribu per kilogram akibat meningkatnya permintaan di awal Ramadan. Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas normal. Sementara itu, harga bawang justru mengalami penurunan dari Rp35 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, Minyak Kita dari Bulog terpantau stabil, dan beras SPHP tersedia guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Ketersediaan stok dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan 1447 hijriah.
Andi Sudirman menegaskan, akan terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan stabilitas harga dan distribusi pangan tetap terjaga selama Ramadan.
“Insya Allah, kita terus menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan. Posko standardisasi harga dari Bulog juga telah disiapkan sebagai langkah pengendalian dan pengawasan di lapangan,” ucapnya.