HKTI: Stok Beras Melimpah, Optimisme Swasembada Beras Kian Kuat
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menegaskan kondisi lapangan membuktikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) melimpah, memperkuat optimisme terhadap capaian swasembada beras di Indonesia di tengah berbagai kritik.
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melalui Ketua Harian Bachtiar Utomo menyatakan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) melimpah, mengukuhkan optimisme terhadap capaian swasembada beras. Pernyataan ini disampaikan untuk menepis berbagai keraguan yang muncul di publik terkait ketersediaan pangan nasional.
Bachtiar menekankan bahwa pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi, melainkan pada fakta konkret yang terlihat di lapangan. Ia menyebutkan bahwa gudang-gudang Bulog terisi optimal dan proses distribusi beras terpantau dengan baik, menjamin stabilitas pasokan.
Kritik yang meragukan capaian swasembada beras dinilai tidak sejalan dengan realitas sektor pertanian nasional. HKTI berpendapat bahwa pandangan semacam itu berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan petani yang telah bekerja keras.
Bukti Konkret Kondisi Pangan Nasional
Kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ke sejumlah gudang Perum Bulog menjadi bukti nyata kondisi pangan nasional. Inspeksi mendadak ini menunjukkan stok beras nasional berada pada level tinggi, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah. Kondisi ini mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di seluruh wilayah.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menuturkan bahwa dari hasil peninjauan, gudang Bulog di Magelang dengan kapasitas 7.000 ton saat ini terisi penuh. Sudaryono juga mengungkapkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,8 juta ton. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah dan terus bergerak menuju 5 juta ton, menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga menegaskan hal serupa, yakni stok CBP saat ini tertinggi sepanjang sejarah. Ia bahkan meminta pihak yang meragukan ketersediaan stok beras di gudang Bulog untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi yang sebenarnya.
Peningkatan Produksi dan Kebijakan Pro-Petani
Bachtiar Utomo dari HKTI turut menyoroti peningkatan produksi nasional yang signifikan dalam satu tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa produksi beras mengalami lonjakan yang cukup besar, didorong oleh perluasan area tanam, perbaikan infrastruktur irigasi, serta kebijakan yang lebih berpihak kepada petani.
Menurut Sudaryono, kinerja produksi nasional menunjukkan tren yang sangat positif, dengan produksi beras nasional pada 2025 tercatat meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Peningkatan ini didukung oleh berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian yang telah diterapkan pemerintah.
Kombinasi antara stok yang melimpah dan produksi yang terus meningkat ini menjadi indikator kuat bahwa Indonesia berada di jalur yang benar menuju swasembada beras. HKTI meyakini bahwa dengan kondisi ini, arah swasembada bukan lagi wacana, melainkan proses yang sedang berjalan dan semakin mendekati target yang ditetapkan.
Menjawab Kritik dan Peran Petani dalam Swasembada Beras
Terkait kritik yang dilontarkan oleh beberapa pihak, Bachtiar menilai pernyataan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi menimbulkan kegaduhan di kalangan petani. Ia menegaskan bahwa pernyataan yang tidak berbasis data lapangan justru memicu keresahan, seolah mengabaikan capaian para petani.
Petani adalah pihak yang paling memahami kondisi riil produksi di lapangan, sehingga suara dan pengalaman mereka harus menjadi rujukan utama dalam menilai capaian sektor pangan nasional. HKTI menyatakan akan terus mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Dukungan tersebut termasuk memastikan sinergi antara produksi di tingkat petani dan pengelolaan cadangan nasional berjalan optimal. HKTI mengajak semua pihak untuk menjaga momentum positif ini, bukan membangun narasi yang tidak sesuai kenyataan, karena fakta sudah jelas: stok kuat, panen meningkat, dan swasembada beras semakin nyata.
Sumber: AntaraNews