Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong para penerima Beasiswa Agri Srikandi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk menguasai teknologi pertanian modern. Dorongan ini disampaikan saat memberikan arahan di Kampus Kementerian Pertanian, Jakarta, pada 14 Oktober lalu.
Sebanyak 23 anak petani terpilih akan melanjutkan studi di Nantou College of Science and Technology, China, melalui program Beasiswa Agri Srikandi. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian nasional yang inovatif dan berkelanjutan. Program ini dirancang khusus untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi bagi generasi muda di bidang pertanian.
Sudaryono, yang juga Ketua HKTI, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar ini untuk menambah ilmu pengetahuan. Tujuannya agar mereka dapat berkontribusi signifikan dalam peningkatan produktivitas dan daya saing pertanian Indonesia di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Dalam arahannya, Wamentan Sudaryono secara tegas meminta para penerima Beasiswa Agri Srikandi HKTI untuk mampu mengadopsi teknologi pertanian modern. Kemampuan ini dinilai krusial guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing sektor pertanian nasional secara berkelanjutan. Para penerima beasiswa diharapkan menjadi garda terdepan dalam inovasi pertanian.
Program beasiswa ini secara spesifik dirancang untuk membuka peluang bagi generasi muda, terutama anak petani, agar dapat mengenyam pendidikan tinggi. Mereka akan belajar di bidang pertanian dan teknologi pangan, baik di institusi dalam maupun luar negeri. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan pertanian.
Dengan penguasaan teknologi, para lulusan diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan sektor pertanian. Mereka akan membawa pendekatan yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan berorientasi pada keberlanjutan. Sudaryono juga berharap program ini dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak penerima di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Beasiswa Agri Srikandi, sebuah inisiatif pendidikan yang dikelola oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melalui DPP Perempuan Tani HKTI, telah berjalan sejak tahun 2024. Tahun ini menandai peningkatan signifikan dalam jumlah penerima beasiswa. Dari lima orang tahun sebelumnya, kini ada 23 orang yang berhasil lolos seleksi ketat.
Ketua Umum DPP Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto, mengungkapkan bahwa para penerima beasiswa tahun ini berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka datang dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) seperti Kupang, Atambua, Lombok, hingga kota-kota besar seperti Semarang dan Jakarta. Fokus beasiswa tahun ini adalah dua bidang strategis, yaitu environmental engineering dan software technology.
Proses seleksi Beasiswa Agri Srikandi dimulai sejak Februari, menarik lebih dari 100 pendaftar dari seluruh penjuru negeri. Dari jumlah tersebut, 23 individu terpilih akan diberangkatkan ke China untuk melanjutkan studi di Nantou College of Science and Technology. Program ini mendapatkan dukungan penuh berupa full scholarship dari pihak kampus, sementara HKTI membantu proses pemberangkatan dan pendampingan.
Advertisement
Advertisement
Wamentan Sudaryono menekankan bahwa kerja keras dan ketekunan merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya datang dari kerja keras semata. Kemampuan memanfaatkan waktu dan peluang secara efektif juga menjadi faktor penentu yang sangat penting bagi para penerima beasiswa.
Melalui pengalamannya, Sudaryono ingin menanamkan nilai bahwa pendidikan adalah jalan perubahan yang fundamental. Ia berpesan agar para penerima Beasiswa Agri Srikandi serius menekuni pendidikan mereka. Mereka juga diharapkan mampu beradaptasi dengan budaya baru, dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga untuk kembali membangun negeri.
Dian Novita Susanto menambahkan harapannya agar para penerima beasiswa ini kelak dapat menjadi pemimpin di desa mereka masing-masing. “Fokus kami adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian Indonesia,” ujarnya. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk menciptakan agen perubahan di tingkat lokal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews