Bantuan HKTI Korban Bencana: Rp1 Miliar Disalurkan ke Pemalang dan Bandung Barat

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan **bantuan HKTI korban bencana** senilai Rp1 miliar untuk meringankan beban masyarakat di Kabupaten Pemalang dan Bandung Barat, sekaligus berkomitmen pada rehabilitasi lahan pertanian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bantuan HKTI Korban Bencana: Rp1 Miliar Disalurkan ke Pemalang dan Bandung Barat
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan **bantuan HKTI korban bencana** senilai Rp1 miliar untuk meringankan beban masyarakat di Kabupaten Pemalang dan Bandung Barat, sekaligus berkomitmen pada rehabilitasi lahan pertanian. (AntaraNews)

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar bagi masyarakat yang terdampak bencana di dua wilayah, yaitu Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian organisasi terhadap penderitaan para korban.

Pelepasan bantuan secara simbolis dilakukan di Kantor HKTI Jakarta pada Selasa (10/2) oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Sudaryono. Sebanyak sepuluh truk dikerahkan untuk mengangkut bantuan tersebut, dengan masing-masing lima truk menuju Pemalang dan Bandung Barat.

Sudaryono menjelaskan bahwa setiap wilayah menerima bantuan sekitar Rp500 juta, sehingga total bantuan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Fokus utama bantuan saat ini adalah kebutuhan darurat seperti pangan dan selimut, guna segera meringankan beban para korban bencana.

Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai wakil menteri pertanian, menegaskan komitmen HKTI dalam membantu korban bencana. Bantuan awal ini berasal dari kontribusi pengurus HKTI dan beberapa mitra yang peduli terhadap kondisi darurat.

Penyaluran bantuan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh HKTI. Sebelumnya, organisasi ini juga telah aktif memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di berbagai provinsi lain, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menunjukkan konsistensi dalam aksi sosial.

Fokus bantuan saat ini diarahkan pada kebutuhan kedaruratan yang paling mendesak bagi para korban. Hal ini mencakup penyediaan pangan, selimut, dan berbagai perlengkapan esensial lainnya yang sangat dibutuhkan untuk bertahan dalam situasi pasca-bencana.

Selain memberikan bantuan darurat, HKTI juga menyatakan komitmen kuat untuk mengawal pelaksanaan program rehabilitasi di daerah terdampak bencana. Program ini secara khusus mencakup upaya pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat bencana.

Sudaryono mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil peninjauan langsung di Pemalang dan Bandung Barat, ditemukan bahwa lahan miring di kedua daerah tersebut tidak ditanami tanaman keras sehingga rawan mengalami erosi.

HKTI mendorong para petani untuk menanam tanaman keras di sela-sela tanaman hortikultura yang sudah ada. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan membantu melindungi lahan dari erosi dan pada saat yang sama meningkatkan produktivitas lahan pertanian secara berkelanjutan.

Beberapa jenis tanaman keras yang direkomendasikan oleh HKTI karena memiliki akar kuat dan dalam, dinilai sangat efektif dalam mencegah erosi tanah. Tanaman-tanaman ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas lahan di daerah rawan bencana.

Contoh tanaman keras yang disarankan meliputi kopi, durian, dan kelengkeng. Penanaman jenis-jenis pohon ini tidak hanya berfungsi sebagai penahan erosi, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan bagi para petani melalui hasil panennya.

Program rehabilitasi lahan pertanian ini diharapkan dapat dilaksanakan secara bertahap. HKTI menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mencapai keberhasilan program pemulihan dan pencegahan bencana di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi