Operasi Pasar Elpiji Probolinggo Digelar, Atasi Kelangkaan dan Harga Melonjak
Pertamina Patra Niaga bersama Pemkab Probolinggo menggelar Operasi Pasar Elpiji di tiga kecamatan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan elpiji 3 kg yang sempat langka.
Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo secara serentak menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram di tiga kecamatan pada Rabu, 23 April 2025. Langkah strategis ini diambil untuk merespons kelangkaan serta lonjakan harga gas bersubsidi yang sempat terjadi di tengah masyarakat Probolinggo.
Tiga kecamatan yang menjadi fokus utama dalam pelaksanaan operasi pasar ini adalah Kraksaan, Kotaanyar, dan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dan Pertamina dalam memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat.
Operasi pasar ini bertujuan utama untuk menstabilkan pasokan dan harga elpiji 3 kg agar kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan. Hal ini sangat membantu warga yang kesulitan mendapatkan elpiji dengan harga terjangkau.
Upaya Stabilisasi Harga dan Pasokan Elpiji
Sekretaris Kecamatan Paiton, Junaidi, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan upaya konkret menanggulangi kelangkaan dan lonjakan harga elpiji 3 kg. Kondisi ini sebelumnya sempat meresahkan warga di berbagai wilayah Probolinggo.
Distribusi elpiji dilakukan secara terkoordinasi melalui tiga agen resmi di setiap kecamatan yang terlibat. Setiap agen mendapatkan alokasi sebanyak 100 tabung, sehingga total 300 tabung elpiji 3 kg tersedia di setiap lokasi operasi pasar.
Seluruh proses penyaluran elpiji ini dipantau ketat oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa distribusi berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mekanisme Distribusi dan Pengawasan Ketat
Kegiatan operasi pasar ini merupakan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan Pertamina dalam menjaga ketersediaan elpiji dengan harga sesuai HET. Harga jual elpiji 3 kg ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, jauh di bawah harga pasar yang sempat melonjak.
Perwakilan agen Putra Anugrah Mandiri Perkasa, Yani, menegaskan bahwa operasi pasar ini adalah tindak lanjut instruksi Pertamina untuk menjaga stabilitas distribusi elpiji bersubsidi. Pembelian dibatasi satu tabung per kepala keluarga dengan menunjukkan KTP.
Pembatasan ini diterapkan untuk memastikan penyaluran elpiji lebih merata dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Forkopimka juga turut serta dalam pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan dan kenaikan harga tidak wajar.
Respons Positif dari Masyarakat
Warga Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton, Diana, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya operasi pasar ini. Ia mengaku sangat terbantu karena sebelumnya kesulitan memperoleh elpiji dengan harga terjangkau.
Diana menambahkan, sebelum operasi pasar, harga elpiji 3 kg di pasaran bisa mencapai Rp23 ribu hingga Rp30 ribu per tabung. Harga ini tentu memberatkan bagi banyak keluarga untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Masyarakat berharap kegiatan operasi pasar serupa dapat sering dilakukan secara berkelanjutan. Ketersediaan elpiji dengan harga terjangkau sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.
Sumber: AntaraNews