Nanik S. Deyang Berkebaya Biru Jelang Dilantik Jadi Kepala BGN di Istana
Nanik meminta seluruh pihak bersabar jelang pelantikan tiga pimpinan BGN baru.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang akan dilantik tiba di Istana Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/6). Dia akan dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Nanik tiba di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta sekitar pukul 14.50 WIB. Dia tampak mengenakan kebaya berwarna biru serta rok batik.
Nanik enggan berbicara banyak kepada awak media. Dia meminta seluruh pihak bersabar jelang pelantikan tiga pimpinan BGN baru.
"Nanti sayangku, nanti kan belum dilantik sayang," kata Nanik.
Selain itu, Nanik mengaku dirinya mendapat panggilan dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya pada Senin siang.
"Tadi," ucap Nanik.
Selain Nanik, dua pimpinan baru BGN lainnya juga telah tiba di Istana. Keduanya yakni, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta dua Wakil Kepala BGN lainnya yakni, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya.
Prabowo lantas mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Kemudian, Prabowo menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil BGN yang baru. Keduanya menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya yang dicopot Prabowo.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, sejumlah yayasan yang ditunjuk sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terafiliasi dengan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dicopot.
Padahal, kata dia, yayasan tersebut dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi mitra SPPG.
"Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah tiap hari. Dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH (Dadan Hindayana), saudara SS (Sony Sonjaya), dan saudara LP (Lodewyk Pusung)," kata Syarief di Kejagung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Syarief menjelaskan, bentuk afiliasi yang dimaksud adalah kepemilikan yayasan secara tidak langsung, yakni melalui pihak-pihak lain yang bertindak sebagai perantara.
"Bentuk terafiliasinya adalah yayasan-yasasan itu adalah bisa dibilang milik melalui orang lain," jelas dia.