Dendam karena Bullying, Petani di Musi Banyuasin Bunuh Sahabatnya Sendiri
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, aparat menangkap AN (41), yang tak lain merupakan teman korban sendiri.
Kasus kematian misterius seorang petani berinisial RD (45) yang ditemukan tewas di pondok kebun karet di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, aparat menangkap AN (41), yang tak lain merupakan teman korban sendiri. Pelaku diduga menghabisi nyawa RD karena menyimpan dendam pribadi dan berhasil diringkus saat bersembunyi di Lubuklinggau pada Sabtu (6/6/2026).
"Tersangka ditangkap di Lubuklinggau, dari interogasi awal mengakui perbuatannya lalu dibawa ke Musi Banyuasin untuk proses hukum," kata Kasi Humas Polres Musi Banyuasin AKP S Hutahaean, Senin (8/6/2026).
Korban dan Tersangka
Pembunuhan tersebut terjadi saat korban dan tersangka menginap di pondok kebun karet, Rabu (3/6). Tersangka menyerang teman akrabnya itu dengan sebilah parang yang menyebabkan korban tewas di tempat.
Tersangka kemudian kabur dan korban ditemukan warga siang harinya dengan tiga luka bacok di kepala. Polisi mendapat petunjuk pelaku pembunuhan yang tak keburu kabur ke luar kota.
Dari pemeriksaan, tersangka berdalih nekat menghabisi nyawa korban karena tak terima sering dibully. Dia memendam dendam dan emosinya tak terkendali ketika kalimat merendahkan harga dirinya kembali diucapkan korban.
"Motifnya karena korban sering melakukan perundungan atau bully yang membuat tersangka dendam," kata Hutahaean.
Barang Bukti
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 Ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.
Barang bukti disita sehelai baju milik korban dan satu unit telepon genggam milik tersangka.