Polisi Sebut Eksekutor Pembunuh WN Korsel di Bekasi Seorang Pebisnis, Bukan Personal Trainer Gym
Pihak kepolisian membeberkan, pelaku utama yang disewa oleh mantan istri korban ternyata merupakan seorang pengusaha yang sedang terlilit utang.
Teka-teki latar belakang eksekutor pembunuhan berdarah dingin terhadap pengusaha asal Korea Selatan, Biong Can Sang, di Bekasi akhirnya terungkap.
Pihak kepolisian membeberkan, pelaku utama yang disewa oleh mantan istri korban ternyata merupakan seorang pengusaha yang sedang terlilit utang akibat krisis ekonomi.
Kasat Reskrim Polres Bekasi AKBP Jerico Chandra mengatakan, terduga pelaku yang nekat menghabisi nyawa korban dengan hantaman barbel tersebut awalnya memiliki kehidupan yang mapan. Namun, roda berputar dan kondisi keuangannya memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Pelaku diketahui bergerak di bidang konstruksi dan memiliki akses ke bisnis keluarga. Jerico menyebut, profesi asli pelaku tersebut bukanlah pekerja di pusat kebugaran atau personal trainer, melainkan seorang pebisnis.
"Iya, hanya kondisi sekarang sedang tidak baik-baik saja. Makanya nekat," kata Jerico saat dihubungi, Rabu (3/6).
Jerico juga meluruskan spekulasi yang beredar mengenai pekerjaan pelaku yang sempat diduga sebagai staf tempat gym.
Hubungan antara pelaku dan mantan istri korban yang mendalangi pembunuhan ini murni sebatas hubungan pertemanan biasa yang bermula dari lokasi olahraga tersebut.
"Bukan, hanya kenalan dari yang bersangkutan" jelas Jerico menepis dugaan bahwa pelaku bekerja di tempat kebugaran.
Pelaku Orang Kaya
Polisi memastikan pelaku memiliki latar belakang keluarga yang cukup berada sebelum usahanya mulai goyah.
Selain mengelola proyek secara mandiri, pelaku juga ikut mengurus usaha dagang milik orangtuanya yang bergerak di sektor material.
"Kontraktor dan ada toko bangunan milik orangtuanya," jelasnya.
Lebih lanjut, Jerico mengungkap motif ekonomi yang sangat kuat di balik kesediaan pelaku menjadi pembunuh bayaran.
Uang imbalan yang dijanjikan oleh mantan istri korban rencananya akan digunakan untuk menyambung hidup dan melunasi kewajiban finansial yang menumpuk.
"Kebutuhan sehari-hari sama bayar hutang," ungkapnya.
Terkait senjata yang digunakan untuk mengeksekusi korban, polisi menegaskan pelaku tidak membawa alat tajam atau senjata khusus dari luar.
Terduga pelaku memanfaatkan benda tumpul berat yang sudah ada di dalam rumah korban untuk melancarkan aksi kejamnya.
"Yang bersangkutan itu dulu punya bisnis, termasuk orang berada. Cuma situasi ekonomi lagi kurang baik. Itu barbel milik korban. Ada di tkp," pungkasnya.