Warga Telepon Pak RT Minta Dorong Motornya, Setelah Dibantu Korban Malah Dibunuh Secara Tragis
Pelaku meminta tolong kepada korban untuk mendorong sepeda motor yang mogok.
Seorang pria, WW (52), ditemukan tewas mengenaskan di Jembatan Air Kisam, Jalan Lintas Baturaja-Prabumulih, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Korban ternyata tewas dibunuh temannya sendiri. Peristiwa itu bermula saat pelaku, RM (41), mengirim pesan singkat kepada korban melalui WhatsApp, Sabtu (1/2) pagi.
Pelaku meminta tolong kepada korban untuk mendorong sepeda motor yang mogok. Ketua RT itu lantas menuju TKP menemui pelaku. Dia sebelumnya pamit kepada temannya terlebih dahulu dengan tujuan yang dimaksud.
Selang satu jam kemudian, korban malah ditemukan sudah dalam keadaan tewas dengan sembilan luka tusuk di sekujur tubuhnya.
Pelaku Diserahkan Keluarga
Polisi datang ke lokasi untuk olah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan saksi, polisi menemukan identitas pelaku hingga dilakukan penangkapan di rumahnya di Lubai, Muara Enim.
Polisi tidak mendapati pelaku dan melakukan pendekatan dengan keluarga untuk menyerahkan diri.
"Tersangka diantar keluarga ke kantor polisi. Dia belum sempat kabur," ungkap Kasatreskrim Polres OKU Iptu Redho Agus Suhendra, Senin (3/2).
Redho menyebut, tersangka sengaja membunuh korban lantaran menaruh dendam adiknya ditangkap polisi saat mencuri sawit. Pelapor tak lain adalah korban WW yang memergokinya.
Motifnya Apa?
"Tersangka menjebak korban untuk melakukan pembunuhan. Motifnya dendam akibat adiknya ditangkap polisi gara-gara dipergoki korban," kata Redho.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Karena kekejiannya tersebut, pelaku dapat ancaman hukuman seumur hidup atau mati.
Barang bukti telah dikumpulkan oleh polisi. Di antaranya, ada sebilah pisau, telepon seluler, dan beberapa helai pakaian korban dan tersangka. Dalam barang bukti tersebut masih ditemukan bercak darah korban yang belum dihilangkan.