Polisi Sidik Penemuan Mayat Pemuda di Semak-Semak dengan Luka Tusuk di Bandung
Menerima laporan peristiwa tersebut Satreskrim Polresta Bandung langsung mengecek lokasi dan mengevakuasi jenazah.
Seorang pria ditemukan tak bernyawa di area semak-semak di kawasan Jalan Raya Cipatik, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pada Minggu (10/8). Pria tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.
Menerima laporan peristiwa tersebut Satreskrim Polresta Bandung langsung mengecek lokasi dan mengevakuasi jenazah tersebut untuk dilakukan autopsi, selain itu polisi juga memulai serangkaian upaya penyelidikan lewat olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, berdasarkan data yang pihaknya himpun, pria yang ditemukan tewas itu berinisial S, 18 tahun, warga Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Saat dievakuasi, ditemukan luka tusuk yang tembus ke paru-paru korban.
"Korban ini di TKP sudah meninggal. Terdapat luka tusukan yang di sebelah kanan sini (punggung) yang tembus ke paru-paru. Kemungkinan itu yang menyebabkan korban meninggal dunia," jelas Aldi kepada wartawan, Senin (11/8).
Dia menyebut penyidik juga menemukan ponsel korban di lokasi. Selain itu, pihaknya juga mengamankan 8 orang.
"Satu perempuan, kemudian tujuh laki-laki," ujarnya.
Hasil pemeriksaan, 3 orang dari 8 orang diduga sebagai pelaku dalam kasus tewasnya korban. Mereka antara lain, berinisial RR, AP dan A.
"Untuk sementara disimpulkan ya dari delapan ini tiga pelaku, termasuk yang melakukan penusukan," ujar dia.
Disinggung tentang latar belakang kasus ini, Aldi menjelaskan bahwa korban punya permasalahan dengan seorang perempuan yang merupakan keponakan pelaku RR.
Perempuan ini, dijelaskan Aldi, sempat curhat kepada temannya terkait masalah dengan korban. Obrolan itu didengar oleh RR, yang, kemudian memicu kemarahannya.
RR pun membuka komunikasi dengan korban, mengajaknya bertemu di lokasi kejadian. Saat bertemu, RR mengajak dua pelaku lainnya.
Di sana, mereka pun terlibat cekcok. Dalam momen itu, pelaku diduga melakukan penusukan pada korban, hingga berujung pada tewasnya korban.
"Ketika di lokasi, diduga ketiga pelaku melakukan penyerangan kepada korban. Kemudian menusuk korban, sehingga korban terjatuh dan meninggal dunia," jelas Aldi.
"Jadi bukan dia (korban) dibuang ya, tapi ada dorongan perkelahian, korban terjatuh di belakang sini, kemudian meninggal," dia menambahkan.
Aldi menjelaskan bahwa kini pihaknya masih melakukan pendalaman, termasuk secara scientific. Langkah ini dilakukan guna mengungkap secara terang peristiwa tewasnya S.
Polisi menduga, kasus ini mengarah pada dugaan pembunuhan berencana mengingat pelaku membawa senjata tajam ke lokasi kejadian.
"Jadi tiga diduga pelaku, lima kita akan dalami perannya nanti masing-masing. Kami sudah melakukan penyidikan secara scientific juga ya kita lakukan untuk membuat terang peristiwa ini," katanya.