Dipicu Isu Santet, Pria di Tapanuli Tengah Tewas Dianiaya Warga
Penganiayaan itu berawal saat sejumlah orang mendatangi rumah korban. Saat itu, rumah RP langsung dihujani batu sekelompok orang memakai penutup wajah.
RP (35), warga Dusun III, Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dilaporkan tewas usai dianiaya sekelompok orang, Selasa (23/9). Korban tewas dianiaya lantaran dipicu isu santet.
Kapolsek Barus, Iptu Mulia Riadi mengatakan, penganiayaan itu berawal saat sejumlah orang mendatangi rumah korban. Saat itu, rumah RP langsung dihujani batu sekelompok orang memakai penutup wajah.
"Ketika korban membuka pintu RP langsung diseret ke halaman belakang rumahnya. Di situ korban dipukul menggunakan kayu," kata Mulia, Rabu (24/9).
Tak sampai di situ, korban kembali diseret hingga ke kawasan persawahan. Massa yang berjumlah 20 orang itu memukuli dan melempari korban dengan batu. Nahas, korban tewas di tempat.
"Kami langsung datang ke lokasi setelah menerima laporan. Petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka lebam di tubuhnya," ujar Mulia.
Satu Orang Diperiksa Polisi
Berdasarkan keterangan dari anak korban, polisi mengidentifikasi salah seorang terduga pelaku yaitu AWS (25). AWS merupakan tetangga korban. Kini, AWS telah ditangkap dan menjalani pemeriksaan di Polres Tapanuli Tengah. Namun, polisi belum bisa memastikan motif di balik penganiayaan yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
"Proses penyelidikan masih berlangsung untuk menangkap pelaku-pelaku lain yang terlibat," pungkas Mulia.