Pemkot Jambi Optimalkan Lahan Tidur Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah Kota Jambi gencar optimalkan lahan tidur melalui penanaman padi ladang, wujudkan ketahanan pangan nasional dan stabilkan inflasi daerah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian. Inisiatif ini berfokus pada pemanfaatan lahan tidur yang belum produktif. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian integral dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, optimalisasi lahan juga bertujuan menjaga stabilitas inflasi di tingkat daerah. Program ini diwujudkan melalui kegiatan tanam serentak padi ladang (gogo) yang dipusatkan di Kelompok Tani Kasturi. Lokasi tersebut berada di kawasan Kota Baru, Kota Jambi, dan dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Fokus utamanya adalah penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kualitas dan kuantitas produksi padi. Komoditas padi sendiri merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat.
Inovasi Pertanian dan Target Luas Tanam Pemkot Jambi
Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan keunikan Kelompok Tani Kasturi yang menjadi pusat kegiatan. Anggota kelompok ini bukanlah petani profesional, melainkan masyarakat umum yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pertanian. Mereka secara aktif memanfaatkan lahan tidur di tengah kota, menjadikannya contoh pemanfaatan ruang produktif yang inspiratif.
Pemerintah kota setempat telah menetapkan target Luas Tambah Tanam (LTT) untuk tahun 2026. Target ini mencapai 529 hektare, merupakan bagian dari total target 654 hektare yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian. Akselerasi pencapaian target dilakukan melalui berbagai upaya.
Salah satu upaya penting adalah pengembangan padi ladang (gogo) seluas sekitar sembilan hektare. Inovasi pertanian juga diterapkan melalui penggunaan teknologi Salibu. Melalui pola tanam ini, sangat memungkinkan untuk menghasilkan panen lebih dari satu kali dari satu kali tanam.
Teknologi Salibu diterapkan pada lahan seluas sekitar 150 hektare. Wali Kota Maulana berharap ketahanan pangan yang terjaga akan membawa dampak positif. Dampak tersebut termasuk peningkatan daya beli masyarakat dan stabilisasi tingkat inflasi.
Dukungan Pemerintah dan Peran Komunitas Lokal
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi, Amiruddin, turut menyampaikan harapannya. Ia berharap para petani dapat secara optimal memanfaatkan lahan tidur yang selama ini belum digarap. Optimalisasi ini penting untuk mendukung program ketahanan pangan daerah.
Amiruddin juga mengimbau agar petani terus menjalin koordinasi erat dengan dinas pertanian. Koordinasi ini bertujuan untuk memperoleh pendampingan serta dukungan yang diperlukan dalam setiap tahapan budidaya. Dukungan ini krusial bagi keberhasilan program.
Sementara itu, Pembina Kelompok Tani Kasturi, Fiet Haryadi, mengungkapkan detail pelaksanaan penanaman. Sekitar 30 tumbuk lahan telah ditanami padi dengan dukungan bantuan benih dari pemerintah. Kelompok Tani Kasturi juga berperan sebagai pusat edukasi.
Pusat edukasi ini ditujukan bagi para pelajar di Kota Jambi. Hal ini menunjukkan bahwa program tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pertanian. Ini adalah langkah maju dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap pangan.
Sumber: AntaraNews