Gubernur Jambi Apresiasi Ponpes Tahfiz Quran, Sebut Investasi Dunia Akhirat

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi tinggi kepada pondok pesantren yang melestarikan generasi penghafal Al Quran, menegaskan bahwa tahfiz Quran adalah investasi terbaik untuk dunia dan akhirat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jambi Apresiasi Ponpes Tahfiz Quran, Sebut Investasi Dunia Akhirat
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi tinggi kepada pondok pesantren yang melestarikan generasi penghafal Al Quran, menegaskan bahwa tahfiz Quran adalah investasi terbaik untuk dunia dan akhirat. (AntaraNews)

Gubernur Jambi Al Haris baru-baru ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Provinsi Jambi. Apresiasi ini diberikan atas peran vital mereka dalam melestarikan generasi penghafal Al Quran, yang disebut sebagai investasi terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirat. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara penting di Merangin, Jambi, yang dihadiri oleh banyak pihak terkait.

Acara tersebut adalah haflah khotmil dan akhirussanah santri-RA-SDIT-Wustho serta Ulya Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Quran (BUQ) yang berlangsung pada Sabtu malam. Kehadiran Gubernur Al Haris menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan agama dan pengembangan sumber daya manusia yang berakhlak mulia. Beliau menegaskan bahwa para penghafal Al Quran adalah aset berharga yang akan membawa keberkahan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris secara khusus menyoroti nilai tak terhingga dari hafalan Al Quran. Menurutnya, hafalan ini tidak dapat dinilai dengan harta benda, melainkan merupakan cahaya yang kelak akan menerangi orang tua di alam kubur. Ini menjadi motivasi besar bagi para santri dan juga orang tua mereka untuk terus mendukung program tahfiz.

Investasi Terbaik dan Benteng Peradaban Jambi

Gubernur Al Haris dengan tegas menyatakan bahwa hafalan Al Quran yang telah diraih oleh para santri merupakan investasi terbaik, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat. Lebih lanjut, beliau juga melihat hafalan Al Quran sebagai benteng peradaban Provinsi Jambi di masa mendatang. Hal ini menunjukkan pandangan jauh ke depan mengenai pentingnya nilai-nilai agama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berkarakter.

Beliau juga tidak lupa memberikan apresiasi khusus kepada beberapa santri yang telah menunjukkan pencapaian luar biasa dalam menghafal Al Quran. Ada santri yang telah mencapai khatam hingga puluhan juz, termasuk seorang santri kelas empat sekolah dasar yang berhasil menghafal juz 30. Selain itu, ada pula santri lain yang telah menyelesaikan hafalan delapan hingga sembilan juz, menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang patut dicontoh.

Menurut Gubernur, pencapaian dalam menghafal Al Quran ini bukan hanya sekadar prestasi akademis, melainkan juga merupakan aset spiritual yang sangat berharga. Aset spiritual ini diyakini akan menerangi dan memberikan syafaat bagi orang tua mereka di akhirat nanti. Pernyataan ini memberikan semangat dan kebanggaan tersendiri bagi para santri, pengajar, dan wali murid yang hadir.

Inovasi Penghargaan Hafalan di Ponpes BUQ

Pimpinan Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Quran (BUQ), Aris Muthohar, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan dukungan berkelanjutan dari Gubernur Al Haris. Beliau mengungkapkan bahwa Gubernur selalu menyempatkan diri untuk hadir di ponpes BUQ setiap tahunnya, menunjukkan perhatian yang konsisten terhadap perkembangan pesantren. Ini menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan agama.

Aris Muthohar juga melaporkan adanya inovasi dalam acara wisuda tahfiz tahun ini. Jika sebelumnya wisuda hanya diperuntukkan bagi santri yang khatam 30 juz, mulai tahun ini ponpes BUQ juga memberikan apresiasi kepada santri dengan hafalan beberapa juz. Kebijakan baru ini bertujuan untuk memberikan motivasi lanjutan kepada para santri agar terus semangat dalam menghafal Al Quran.

Sebagai bentuk penghargaan, pondok pesantren kini memberikan bukti (syahadah) bagi santri yang telah menghafal minimal lima juz. Hal ini merupakan perubahan signifikan dari praktik sebelumnya, di mana santri yang belum khatam 30 juz tidak diwisuda. “Biasanya anak-anak tidak kita wisuda, dibiarkan sehingga wisudanya langsung 30 juz. Tapi malam hari ini, mulai tahun ini yang sudah hafal lima juz ke atas akan kita wisuda juga,” ungkap Aris Muthohar, menjelaskan kebijakan baru yang lebih inklusif dan memotivasi.

Perkembangan pondok pesantren secara keseluruhan juga mendapat sorotan positif dari Gubernur Al Haris. Beliau mengapresiasi kemajuan yang terus ditunjukkan, khususnya dalam pembangunan gedung dan peningkatan kualitas pendidikan. Ini membuktikan bahwa Merangin mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia, sesuai dengan visi pembangunan daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi