Pemkot Jambi Perkuat Pendidikan Karakter Pelajar Lewat Film Edukasi Cyberbullying

Pemerintah Kota Jambi serius memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar melalui film edukasi tentang cyberbullying, menekankan pentingnya moral di samping akademik untuk masa depan bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Jambi Perkuat Pendidikan Karakter Pelajar Lewat Film Edukasi Cyberbullying
Pemerintah Kota Jambi serius memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar melalui film edukasi tentang cyberbullying, menekankan pentingnya moral di samping akademik untuk masa depan bangsa. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah proaktif dalam memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar. Inisiatif ini diwujudkan melalui pendekatan edukatif yang memanfaatkan media film, dengan fokus pada isu krusial seperti cyberbullying. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman mendalam tentang dampak dan pencegahan perundungan di dunia maya.

Sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tersebut diselenggarakan di Bioskop Mall Lippo Plaza, Jambi Timur, pada Jumat. Acara ini menjadi wadah penting untuk refleksi bersama mengenai urgensi pencegahan perundungan siber di lingkungan pendidikan. Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, secara langsung membuka kegiatan ini, menegaskan komitmen pemerintah daerah.

Para peserta yang hadir, termasuk pelajar, guru, dan perwakilan masyarakat, menyaksikan sebuah film edukasi berjudul "Cyberbullying: Ketika Dunia Menjatuhkanmu, Bisakah Kamu Bangkit Kembali". Film ini dirancang khusus untuk mengangkat fenomena perundungan di kalangan pelajar dengan cara yang menarik dan relevan. Pesan moral yang disampaikan diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif.

Kegiatan sosialisasi yang digagas Pemkot Jambi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada generasi muda. Pemilihan media film dinilai efektif karena mampu menjangkau audiens secara emosional dan kognitif. Film "Cyberbullying: Ketika Dunia Menjatuhkanmu, Bisakah Kamu Bangkit Kembali" berhasil menyampaikan pesan secara menarik.

Pendekatan yang relevan dengan kondisi sosial budaya Indonesia membuat film ini mudah diterima dan dipahami oleh para pelajar. Melalui cerita yang disajikan, siswa diajak untuk memahami berbagai bentuk cyberbullying, dampak negatifnya, serta cara menghadapinya. Edukasi semacam ini sangat penting di era digital saat ini.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menekankan bahwa pembentukan karakter harus menjadi prioritas utama di samping pencapaian akademik. Menurutnya, pendidikan tanpa karakter tidak akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sehingga kedua aspek ini harus berjalan seiring.

Pentingnya pendidikan karakter tidak hanya diakui oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh aparat penegak hukum. Kasat Reskrim Polresta Jambi, AKP Husni Abda, mengapresiasi film edukasi tersebut. Beliau menilai film ini sangat mengedukasi dan memiliki pesan moral yang bermanfaat bagi pelajar dan masyarakat luas.

Polresta Jambi menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam penanganan kasus cyberbullying. Mereka akan melibatkan berbagai unsur terkait, khususnya dalam pemulihan psikologis korban jika perundungan terjadi. Kerja sama dengan berbagai pihak dalam proses pendampingan korban juga akan terus diperkuat.

Langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa penanganan cyberbullying membutuhkan sinergi dari berbagai sektor. Dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga lembaga pendidikan dan masyarakat, semua memiliki peran penting. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan karakter positif.

AKP Husni Abda juga menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah utama dalam menangani cyberbullying. Perundungan dunia maya dapat terjadi di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah hingga usia remaja, sehingga upaya preventif sangat krusial. Edukasi dini dan berkelanjutan menjadi kunci untuk meminimalisir kejadian.

Kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Perpres tersebut menekankan penanaman nilai religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas melalui keterlibatan aktif satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Berbagai pihak turut hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif Pemkot Jambi. Perwakilan Polresta Jambi, kepala perangkat daerah, kepala sekolah, guru SD dan SMP se-Kota Jambi, serta berbagai unsur masyarakat lainnya hadir. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun karakter bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi