Kotim Targetkan Penanaman Padi Serentak 284 Hektare di Lahan Cetak Sawah Rakyat untuk Ketahanan Pangan
Penjabat Sekda Kotim Umar Kaderi resmi memulai gerakan penanaman padi serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat seluas 284 hektare, sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, secara resmi memulai gerakan penanaman padi serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Program ini menargetkan luas lahan 284 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah tersebut. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meningkatkan luas tanam dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, khususnya pada lahan tadah hujan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan respons konkret terhadap tantangan sektor pertanian. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem serta krisis global. Upaya ini juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Pertanian untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional.
Gerakan penanaman padi serentak di lahan CSR ini merupakan bagian dari program nasional yang menargetkan 5.000 hektare penanaman di seluruh Kalimantan Tengah. Pemkab Kotim berkomitmen penuh untuk berpartisipasi dalam program Luas Tambah Tanam (LTT) Republik Indonesia. Tujuannya adalah mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal.
Strategi Peningkatan Produksi dan Ketahanan Pangan
Gerakan penanaman padi serentak ini menjadi langkah konkret Pemkab Kotim dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian. Salah satu fokus utamanya adalah menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional yang semakin krusial. Terlebih lagi, kondisi perubahan iklim ekstrem dan krisis global menuntut adaptasi serta strategi yang tepat dari para petani.
Umar Kaderi menekankan pentingnya dukungan bagi petani untuk memanfaatkan waktu tanam yang tepat dan sumber daya secara efisien. Hal ini krusial guna mengantisipasi dampak perubahan iklim yang tidak menentu. Dengan demikian, percepatan indeks pertanaman dapat tercapai, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan produksi padi.
Inisiatif ini selaras dengan visi Kementerian Pertanian dalam mendukung program peningkatan produksi padi nasional. Tujuannya adalah mendorong kemandirian pangan yang berbasis pada potensi lokal yang dimiliki setiap daerah. Menurut Umar, isu pangan bukan hanya sekadar kebutuhan, melainkan juga masalah kedaulatan dan kemerdekaan suatu bangsa.
Target Luas Tanam dan Antisipasi Musim Kemarau
Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, Ahmad Rifani, menjelaskan bahwa penanaman padi serentak 284 hektare di lahan CSR adalah upaya nyata. Ini merupakan bagian dari mewujudkan luas tambah tanam untuk swasembada pangan berkelanjutan. Pada periode April ini, target total tanam padi di Kotim mencapai 834 hektare, termasuk 284 hektare di lahan CSR.
Meskipun demikian, Umar Kaderi mengingatkan agar semua tahapan penanaman dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada minggu ketiga Juni. Puncak kemarau diprediksi akan berlangsung pada September-Oktober, dengan kemungkinan minimnya curah hujan.
"Dilaporkan tadi bahwa ini masa tanamnya empat bulan, yakni April, Mei, Juni dan Juli. Mudah-mudahan ini sempat. Mudah-mudahan kegiatan tanam yang kita mulai hari ini dapat panen sekitar bulan Agustus," kata Umar Kaderi. Pernyataan ini menunjukkan optimisme Pemkab Kotim meskipun ada tantangan cuaca.
Untuk mempertahankan swasembada pangan, semua pihak diharapkan dapat bekerja sama dan terlibat aktif. Hal ini memungkinkan pengambilan langkah bersama yang terkoordinasi untuk kemajuan Kotawaringin Timur. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sumber: AntaraNews