15 Taruna Akpol Jalani Latja di Polres Malang, Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Lapangan
Latihan kerja merupakan tahapan penting dalam membangun kemampuan teknis, kepemimpinan, serta profesionalisme para taruna.
Sebanyak 15 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III/58 Batalyon Ksatrya Hawin menjalani Latihan Kerja (Latja) di Polres Malang selama periode 6–20 Juni 2026. Program tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan calon perwira Polri melalui penguatan pengalaman lapangan dan pemahaman langsung terhadap tugas kepolisian.
Kapolres Malang, Muhammad Taat Resdi, mengatakan latihan kerja merupakan tahapan penting dalam membangun kemampuan teknis, kepemimpinan, serta profesionalisme para taruna sebelum memasuki dunia tugas yang sesungguhnya.
"Latja bukan sekadar menjalankan program pendidikan, tetapi menjadi kesempatan bagi para taruna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama di Akademi Kepolisian ke dalam situasi tugas yang nyata di lapangan," kata AKBP Taat dalam keterangannya dikutip Jumat (12/6).
Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi pelengkap penting bagi pendidikan akademik yang telah diterima para taruna. Melalui interaksi langsung dengan dinamika tugas kepolisian, peserta diharapkan dapat memahami secara lebih utuh peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Selama menjalani latihan kerja, para taruna akan mengikuti berbagai kegiatan operasional dan pembinaan pada lima fungsi teknis kepolisian, yakni lalu lintas, reserse kriminal, samapta, intelijen dan keamanan (intelkam), serta pembinaan masyarakat (binmas).
Polres Malang, lanjut Taat, berkomitmen memberikan pendampingan dan pembelajaran secara optimal agar para taruna memperoleh pengalaman yang komprehensif selama masa latihan.
"Kami berharap para taruna dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun karakter kepemimpinan yang profesional dan berintegritas," ujarnya.
Penguatan Kompetensi Teknis
Selain penguatan kompetensi teknis, para taruna juga diarahkan untuk memahami implementasi Program Presisi dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.
"Melalui latihan kerja ini, para taruna diharapkan mampu memahami bagaimana Program Presisi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga nantinya siap menjadi perwira yang adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat," katanya.
Observasi
Selama dua pekan pelaksanaan Latja, peserta akan mengikuti kegiatan observasi, pembelajaran, hingga praktik lapangan yang didampingi personel pada masing-masing fungsi kepolisian.
"Kami ingin para taruna mendapatkan pengalaman yang utuh tentang tugas kepolisian di wilayah. Dengan begitu, saat terjun sebagai perwira nanti mereka telah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai," pungkasnya.