Pemerintah Kabupaten Kukar Komitmen Dongkrak Produksi Padi, Wujudkan Lumbung Pangan Kaltim

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) serius mendongkrak produksi padi Kukar melalui berbagai upaya kolaboratif. Ini dilakukan demi mewujudkan lumbung pangan Kaltim dan mengurangi ketergantungan beras luar daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Kabupaten Kukar Komitmen Dongkrak Produksi Padi, Wujudkan Lumbung Pangan Kaltim
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) serius mendongkrak produksi padi Kukar melalui berbagai upaya kolaboratif. Ini dilakukan demi mewujudkan lumbung pangan Kaltim dan mengurangi ketergantungan beras luar daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan produksi padi di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis mewujudkan Kukar sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur. Tujuannya adalah agar daerah tersebut tidak lagi bergantung pada pasokan beras dari luar.

Berbagai inisiatif telah digulirkan, meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian. Program ini melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, TNI, Polri, serta Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA). Dukungan juga datang dari pemerintah desa melalui alokasi Dana Desa.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyatakan rasa syukurnya atas realisasi program ini di tingkat desa. Salah satu contoh nyata adalah panen padi di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, yang baru saja dilakukan. Panen tersebut merupakan hasil kolaborasi BUMDes dan enam Kelompok Tani setempat.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan

Peningkatan produksi padi di Kukar tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Pertanian (Kementan) turut berperan dengan menyalurkan alat dan mesin pertanian modern, mendukung modernisasi sektor agraris di daerah ini. Sementara itu, TNI dan Polri terlibat aktif dalam program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, serta pengamanan distribusi bibit dan pupuk subsidi.

Pemerintah daerah juga menjalin kerja sama intensif dengan Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kukar. Kolaborasi ini diperkuat dengan pemanfaatan 20 persen Dana Desa untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Bupati Aulia Rahman Basri mengapresiasi partisipasi desa-desa, seperti Desa Mulawarman yang telah merealisasikan program ini.

Di Desa Mulawarman, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulya Bersama berkolaborasi dengan enam Kelompok Tani. Kelompok-kelompok tani ini, seperti Poktan Wana Agro Lestari dan Jadi Makmur, menggarap lahan seluas 40 hektare dari total 350 hektare yang dikelola 350 anggota. Bimbingan dari KTNA, penyuluh lapangan, dan bantuan perusahaan dalam peningkatan jalan usaha tani turut mendukung keberhasilan ini.

Kukar sebagai Sentra Produksi Padi Terbesar di Kaltim

Komitmen Kukar dalam sektor pertanian padi telah membuahkan hasil signifikan, menjadikannya lumbung padi utama di Kalimantan Timur. Hal ini bukan sekadar wacana, melainkan telah tertuang dalam rancangan pembangunan jangka menengah daerah. Realisasi pembangunan pertanian terus berjalan dan menunjukkan progres yang nyata.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, luas panen padi Kukar menjadi yang terluas di Kaltim. Dari total luas panen padi Kaltim sebesar 66.518 hektare, Kabupaten Kukar menyumbang 26.287 hektare. Angka ini jauh melampaui Kabupaten Paser dengan 14.599 hektare dan Penajam Paser Utara (PPU) dengan 13.570 hektare.

Tidak hanya luas lahan, tingkat produksi gabah kering giling (GKG) Kukar juga mendominasi. Dari total 270,87 ton GKG Kaltim pada tahun 2025, Kukar berkontribusi sebanyak 110,87 ton GKG. Sementara itu, Paser menghasilkan 67,65 ton GKG dan PPU 47,58 ton GKG. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras kolektif, terutama para petani.

Saat ini, dari total lahan padi produktif seluas 26.287 hektare di Kukar, sekitar 13.000 hektare merupakan lahan sawah, sedangkan sisanya adalah padi ladang. Ini menunjukkan potensi besar untuk terus mengembangkan sektor pertanian padi di masa mendatang.

Transformasi Ekonomi Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Program peningkatan produksi padi ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Kukar dalam transformasi ekonomi. Daerah ini berupaya beralih dari ketergantungan pada sektor industri ekstraktif seperti tambang batu bara dan migas. Fokus kini beralih ke pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian dalam arti luas.

Visi Kukar sebagai lumbung padi di Kaltim merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang ini. Dengan mengoptimalkan potensi pertanian, Kukar tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga menciptakan fondasi ekonomi yang lebih stabil dan ramah lingkungan. Ini merupakan langkah progresif menuju diversifikasi ekonomi daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi