Tawuran Dua Kelompok di Palembang, Satu Pelajar Tewas
Insiden berdarah itu terjadi pada dini hari dan diduga telah direncanakan sebelumnya oleh kedua kelompok yang terlibat.
Seorang pelajar berinisial RA (20) tewas setelah ditusuk dalam aksi tawuran antara dua kelompok di Palembang, Sumatra Selatan. Saat ini, polisi tengah memburu dua orang yang diduga sebagai pelaku penusukan dalam peristiwa tersebut.
Insiden berdarah itu terjadi pada dini hari dan diduga telah direncanakan sebelumnya oleh kedua kelompok yang terlibat.
Tawuran melibatkan kelompok dari kawasan 1 Ilir dan Boom Baru. Kedua kelompok diketahui telah menyepakati lokasi dan waktu bentrokan yang berlangsung di depan kantor Bulog di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Ilir Timur II.
Polisi yang menerima laporan mengenai adanya rencana tawuran langsung mendatangi lokasi dan membubarkan massa. Namun, setelah petugas meninggalkan tempat kejadian, kedua kelompok kembali berkumpul di lokasi yang sama dan bentrokan kembali terjadi.
Korban Ditemukan Tergeletak dengan Luka Tusuk
Saat polisi kembali datang untuk membubarkan massa, korban RA ditemukan tergeletak di lokasi dengan luka tusuk di bagian perut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
"Satu pelajar meninggal akibat tawuran dini hari kemarin, korban kena tusuk di dua titik di perut," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana, Senin (9/3).
Polisi Buru Dua Terduga Pelaku
Musa mengatakan, penyidik telah mengantongi identitas dua orang yang diduga sebagai pelaku penusukan, yakni UA dan M. Keduanya disebut membawa pisau saat tawuran berlangsung.
"Kami masih kejar kedua terduga pelaku," kata Musa.
Dalam penanganan kasus ini, polisi menerapkan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. Penyidik juga membuka kemungkinan penggunaan pasal berlapis terkait pemakaian senjata tajam dalam aksi kekerasan kelompok.
Polisi Selidiki Dugaan Perencanaan Tawuran
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya perencanaan dalam tawuran tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat, termasuk dugaan adanya orang yang mengorganisasi pertemuan kedua kelompok untuk melakukan aksi balas dendam.
Musa mengimbau masyarakat untuk membantu aparat kepolisian dengan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para terduga pelaku.
"Kami minta kerjasama yang baik dari masyarakat agar tawuran dalam bentuk apapun bisa dicegah," kata Musa.