Usai Tikam Pelajar Pakai Tombak Bermata Tiga saat Tawuran di Palembang, Remaja 19 Tahun Kabur ke Cilegon Banten

Pelaku dan korban terlibat tawuran pelajar di Palembang. Pelaku yang identitasnya telah diketahui polisi langsung kabur ke Cilegon Banten.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Usai Tikam Pelajar Pakai Tombak Bermata Tiga saat Tawuran di Palembang, Remaja 19 Tahun Kabur ke Cilegon Banten
Usai Tikam Pelajar Pakai Tombak Bermata Tiga saat Tawuran di Palembang, Remaja 19 Tahun Kabur ke Cilegon Banten (Merdeka.com)

Polisi meringkus pelaku pembunuhan pelajar dalam aksi tawuran di Palembang. Pelaku mengakui menikam korban dengan tombak. Pelaku adalah MM (19) yang diamankan dalam pelariannya di Cilegon, Banten, Selasa (11/3). Dia kabur setelah identitasnya diketahui polisi.

"Benar kami amankan tersangka di Banten," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana, Kamis (12/3).

Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui menombak korban menggunakan tombak bermata tiga hingga tewas. Pelaku kemudian meninggalkan lokasi bersama teman-temannya begitu polisi tiba.

"Ditombak dari jarak dekat yang mengenai perut kiri bagian atas," kata Musa.

Dalam kasus ini, polisi menggunakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. Barang bukti disita di antaranya tombak bermata tiga bergagang bambu, kaos berwarna hitam, dan satu jaket berwarna hijau milik tersangka.

Korban Tewas Ditusuk 2 Pelaku

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar, RA (20), tewas usai ditusuk dua pelaku dalam aksi tawuran antar dua kelompok di Palembang. Polisi memburu dua terduga pelaku.

Tawuran yang melibatkan kelompok 1 Ilir dan Boom Baru terjadi di depan Bulog, Jalan Perintis Kemerdekaan, Ilir Timur II, Palembang. Kedua kelompok sudah menyepakati lokasi dan waktu tawuran.

Korban Tergeletak dengan Luka Tusuk di Perut

Polisi yang mendapat informasi adanya tawuran datang ke lokasi dan membubarkan aksinya. Begitu petugas pergi, kedua kelompok itu kembali bertemu di lokasi yang sama. Mereka pun terlibat tawuran untuk kedua kalinya.

Polisi yang kembali ke lokasi untuk membubarkan massa, korban RA ditemukan tergeletak dengan luka tusuk di perut. Korban dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong lagi.

Rekomendasi