Polda Jawa Barat menelusuri dugaan keterlibatan geng motor dalam kasus tewasnya satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40). Penelusuran ini dipicu oleh unggahan di media sosial yang ramai dibicarakan.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyebut informasi awal itu memuat keterkaitan sejumlah kelompok pengendara motor. Ia menegaskan penyelidikan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
"Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok ya, kelompok dari pengemudi sepeda motor ya, kelompok-kelompok ini ya geng-geng motor lah bahasanya. Dan sudah cukup viral, ya," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan di Polda Jawa Barat pada Senin (27/7/2026).
Advertisement
Jejak Geng Motor di Media Sosial
Dari unggahan-unggahan tersebut, polisi menilai ciri-ciri orang yang diduga terlibat terlihat cukup jelas. Hendra menyebut rombongan itu terekam saat sedang bergerak ke suatu lokasi.
"Jelas kelompoknya pada saat ini sedang menuju ke suatu tempat, kemudian wajah-wajah orangnya," ucap dia.
Meski begitu, Hendra menegaskan penyelidikan tetap berhati-hati dan berpegang pada asas praduga tidak bersalah hingga bukti permulaan mencukupi terkait kematian satpam Perum Jasa Tirta II tersebut.
"Sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak," ujar dia.
Ia menambahkan, perkembangan lebih lanjut akan disampaikan jajaran Polres Purwakarta. Polisi juga menelusuri informasi yang menyebut korban sempat menegur rombongan.
"Apabila ada informasi yang terkait dengan karena menegur dari kelompok geng motor ini, masih kita dalami, ya. Masih kita selidiki," kata dia.
Advertisement
Penyelidikan Kematian Satpam Waduk Jatiluhur
Polisi telah memeriksa 15 saksi untuk mengungkap penyebab tewasnya Sumarna. Para saksi terdiri dari keluarga, rekan kerja, dan orang-orang di sekitar korban.
"Terutama dari rekan-rekan terdekat korban, keluarga korban, kemudian rekan kerja korban, dan orang seputaran terdekat korban," kata Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, kepada wartawan pada Senin (27/7/2026).
Selain keterangan saksi, penyidik juga menyita sejumlah rekaman kamera pengawas di lokasi untuk dianalisis.
"Kita juga sudah mendapatkan beberapa rekaman CCTV yang sudah kita lakukan pemeriksaan. Dan rekan-rekan sekalian, kami butuh waktu untuk bisa mengungkap kasus kejadian ini," ujar dia.
Hendra menyebut hasil autopsi akan segera disampaikan oleh Kapolres Purwakarta untuk mengetahui ada atau tidaknya luka pada tubuh korban.
"Hasil autopsinya nanti akan dijanjikan oleh Pak Kapolres (disampaikan) hari ini, ya," ungkap dia.
Sumarna sebelumnya ditemukan oleh seorang satpam lain di area waduk pada Jumat (24/7) dalam kondisi tenggelam dengan tangan terikat borgol. Polisi saat ini menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya dan mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan yang sedang berjalan.