Operasi Pasar Elpiji Kubu Raya: Upaya Stabilisasi Harga dan Pasokan Jelang Ramadhan
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar operasi pasar elpiji bersubsidi untuk menstabilkan harga dan pasokan jelang Ramadhan, dengan Bupati Sujiwo memberikan subsidi pribadi untuk meringankan beban masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, baru-baru ini menggelar operasi pasar elpiji bersubsidi tiga kilogram di sembilan kecamatan. Langkah ini diambil guna meredam potensi kenaikan harga serta kelangkaan pasokan menjelang bulan suci Ramadhan.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin persoalan elpiji bersubsidi dianggap sepele. Dampak dari kelangkaan dan kenaikan harga sangat dirasakan oleh masyarakat kecil, terutama saat kebutuhan rumah tangga meningkat jelang Ramadhan.
Dalam operasi pasar yang dilaksanakan, elpiji dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.500 per tabung. Namun, Bupati Sujiwo memberikan subsidi pribadi sebesar Rp3.500, sehingga warga cukup membayar Rp15.000 per tabung.
Strategi Pemkab Kubu Raya Hadapi Kenaikan Harga Elpiji
Operasi pasar elpiji Kubu Raya ini direncanakan secara proporsional di sembilan kecamatan yang ada. Meskipun target awal adalah 50.000 tabung, Pertamina baru menyetujui alokasi sebanyak 10.640 tabung untuk saat ini.
Bupati Sujiwo menekankan bahwa persoalan gas subsidi tidak boleh dianggap remeh. Jika masalah ini meresahkan dan elpiji dijual tidak sesuai aturan, hal tersebut dapat memicu persoalan sosial di tengah masyarakat.
Operasi pasar ini memiliki tiga tujuan utama yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Tujuan-tujuan tersebut meliputi stabilisasi harga elpiji bersubsidi, meminimalkan potensi kelangkaan pasokan, serta membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga mereka.
Komitmen Bupati Sujiwo untuk Kesejahteraan Warga
Komitmen Bupati Sujiwo terhadap kesejahteraan masyarakat ditunjukkan melalui pemberian subsidi pribadi sebesar Rp3.500 per tabung. Dengan demikian, harga jual elpiji bersubsidi kepada masyarakat menjadi lebih terjangkau, yaitu Rp15.000 dari HET Rp18.500.
Selain itu, Sujiwo juga mengingatkan seluruh pangkalan elpiji di wilayahnya agar mematuhi HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ia menekankan bahwa selisih harga beberapa ribu rupiah sangat berarti dan dapat memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah.
Bagi ibu-ibu rumah tangga, selisih harga Rp2.500 hingga Rp3.000 memiliki dampak yang signifikan terhadap anggaran belanja harian mereka. Kenaikan harga yang terus-menerus akan sangat membebani masyarakat, sehingga penting untuk menjaga stabilitas harga.
Antisipasi Kelangkaan dan Stabilitas Pasokan Elpiji
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat berharap bahwa operasi pasar ini dapat secara efektif menjaga stabilitas harga elpiji bersubsidi. Selain itu, operasi ini juga diharapkan mampu memastikan ketersediaan pasokan elpiji yang memadai selama periode Ramadhan.
Koordinasi yang erat dengan pihak Pertamina menjadi kunci untuk menjamin pasokan elpiji tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan di pasaran. Hal ini penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir akan kebutuhan energi.
Dengan adanya operasi pasar ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan tidak terbebani oleh lonjakan harga elpiji. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari gejolak ekonomi, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Sumber: AntaraNews