Pemkab Sarolangun Salurkan Ribuan Elpiji Subsidi, Tekan Harga Jelang Ramadan
Pemerintah Kabupaten Sarolangun menggelar operasi pasar untuk menyalurkan 2.700 tabung elpiji subsidi, langkah antisipasi lonjakan harga jelang Ramadan di Sarolangun.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun, Provinsi Jambi, mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemkab Sarolangun menggelar operasi pasar besar-besaran. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan lonjakan harga elpiji subsidi yang kerap terjadi di pasaran.
Dalam operasi pasar yang dilaksanakan pada Minggu ini, Pemkab Sarolangun menyalurkan sebanyak 2.700 tabung elpiji subsidi berukuran 3 kilogram. Penyaluran dilakukan di lima lokasi berbeda di wilayah Sarolangun. Setiap lokasi mendapatkan alokasi sekitar 560 tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Langkah ini merupakan respons cepat dari pemerintah daerah terhadap potensi kenaikan harga. Diharapkan, dengan adanya pasokan elpiji subsidi yang memadai, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan energi dengan harga terjangkau. Operasi pasar ini menjadi bukti komitmen Pemkab Sarolangun dalam menjaga daya beli masyarakat.
Upaya Pemkab Sarolangun Kendalikan Harga Elpiji Subsidi
Operasi pasar elpiji subsidi ini menjadi sorotan utama Pemkab Sarolangun dalam upaya pengendalian harga. Bupati Sarolangun Hurmin secara langsung meninjau pelaksanaan operasi pasar di Kecamatan Air Hitam. Beliau menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh elpiji subsidi dengan harga yang sesuai.
Harga jual elpiji subsidi yang ditetapkan dalam operasi pasar ini adalah Rp18 ribu per tabung, jauh lebih rendah dari harga di tingkat pengecer. "Kegiatan ini membantu masyarakat memperoleh elpiji subsidi dengan harga terjangkau, di harga Rp18 ribu per tabung," ujar Bupati Hurmin saat meninjau operasi pasar. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan akses masyarakat terhadap energi murah.
Penyaluran elpiji subsidi secara langsung kepada masyarakat juga diharapkan dapat memutus mata rantai spekulasi harga. Dengan pasokan yang stabil dan harga yang terkontrol, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar. Pemkab Sarolangun terus berupaya menciptakan kondisi pasar yang kondusif.
Pengawasan Ketat dan Sanksi Tegas Pelanggaran Elpiji Subsidi
Selain menyalurkan, Pemkab Sarolangun juga memperketat pengawasan terhadap distribusi elpiji subsidi. Bupati Hurmin menegaskan bahwa agen dan pangkalan elpiji subsidi akan diawasi secara ketat. Hal ini untuk mencegah praktik curang seperti penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau penimbunan.
"Agen dan pangkalan elpiji subsidi 3 kg akan terus kita awasi. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut memantau," tegas Bupati Hurmin. Beliau menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam pengawasan. Laporan dari warga sangat membantu pemerintah dalam menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi di lapangan.
Jika ditemukan pelanggaran, Pemkab Sarolangun tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas. "Bila ditemukan pelanggaran, masyarakat agar melaporkan dan jika terbukti ditindak sesuai aturan, termasuk pencabutan izin," jelas Bupati Hurmin. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkab dalam menjaga ketersediaan dan harga elpiji subsidi.
Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan di Sarolangun
Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika turut memantau operasi pasar di titik Kecamatan Sarolangun. Ia menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan langkah antisipasi terhadap lonjakan harga yang telah terjadi beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gerry Trisatwika mengungkapkan bahwa harga elpiji di tingkat pengecer seringkali jauh melampaui HET. "Kami masih menemukan harga di tingkat pengecer mencapai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu setiap tabung, hari ini kita tanggulangi melalui operasi pasar," ujarnya. Kondisi ini tentu memberatkan masyarakat, terutama menjelang bulan puasa.
Pemkab Sarolangun berkomitmen penuh untuk menertibkan pangkalan yang melanggar aturan, khususnya yang menjual gas subsidi di atas HET. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan harga elpiji subsidi ke tingkat yang wajar dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketersediaan elpiji subsidi yang stabil menjadi prioritas pemerintah daerah.
Sumber: AntaraNews