Survei Indikator: 85,3% Pemudik Nilai Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 Memuaskan
Indikator Politik telah merilis hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran tahun 2026.
Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026. Hasilnya menunjukkan mayoritas masyarakat merasa puas dengan pelaksanaan mudik tahun ini.
Survei ini membagi responden menjadi dua kelompok, yaitu seluruh responden (baik yang mudik maupun tidak) dan responden khusus yang melakukan perjalanan mudik.
"Di kalangan warga secara umum, baik pemudik atau bukan, tingkat kepuasan di tahun 2026 terkait penyelenggaraan mudik lebaran mencapai 80,8 persen, angka yang sangat tinggi. Sedangkan untuk warga yang melakukan perjalanan mudik, tingkat kepuasannya ternyata lebih tinggi, yaitu 85,3 persen," ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring pada Selasa (7/4/2026).
"Jadi jika kita gabungkan mereka yang mengaku sangat puas dengan yang cukup puas, totalnya mencapai 85,3 persen," tambahnya.
Burhanuddin juga menjelaskan bahwa capaian tingkat kepuasan tersebut masih sebanding jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Jika kita bandingkan dengan tahun lalu, ini khusus untuk seluruh responden yang kita analisis, bukan hanya yang mudik. Data menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penyelenggaraan mudik tahun ini kurang lebih sama dengan tahun 2025, masih berada di kisaran 80-81 persen," jelasnya.
Gambaran Representatif Masyarakat
Survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yaitu individu berusia minimal 17 tahun atau yang sudah menikah. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, yang menghasilkan total 1.200 responden. Dengan demikian, survei ini dirancang untuk memberikan gambaran yang representatif mengenai pendapat masyarakat.
Margin of error untuk survei ini adalah sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hal ini menunjukkan bahwa hasil survei dapat dianggap cukup akurat. Selain itu, sebaran responden juga disusun secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia, sehingga hasil survei dapat mencerminkan variasi pendapat yang ada di berbagai daerah.