Fakta Mengejutkan: 80,2% Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Ini Indikatornya!
Survei terbaru Indeks Politica Indonesia (IPI) mengungkap 80,2% masyarakat puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran setahun menjabat. Apa saja faktor pendorong kepuasan ini?
PT Indeks Politica Indonesia (IPI) baru-baru ini merilis hasil survei terkait kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Survei ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang signifikan setelah satu tahun kepemimpinan mereka.
Hasil riset yang diumumkan di Makassar ini mencatat 80,2 persen responden menyatakan puas atau sangat puas. Angka ini menjadi indikator kuat penerimaan publik terhadap berbagai kebijakan yang telah dijalankan.
Survei ini dilakukan pada periode 5 hingga 12 Oktober 2025, melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Seperti disampaikan Direktur PT IPI Suwadi Idris Amir, "Untuk survei ini menggunakan responden sebanyak 1.220 orang dengan yang tersebar di 38 provinsi, termasuk responden di wilayah dataran tinggi."
Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Prabowo-Gibran
Direktur PT IPI, Suwadi Idris Amir, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Kinerja Prabowo-Gibran cukup tinggi. Sebanyak 80,2 persen responden menyatakan cukup puas dan sangat puas dengan jalannya pemerintahan.
Di sisi lain, hanya 15,2 persen responden yang menyatakan kurang puas atau sangat tidak puas. Sementara itu, 4,6 persen responden memilih untuk tidak menjawab, tidak tahu, atau merahasiakan penilaian mereka dalam survei ini.
"Artinya, pada satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, masyarakat puas dan sangat puas dengan kinerja Prabowo-Gibran," tegas Suwadi Idris Amir. Penilaian positif ini mencerminkan persepsi publik terhadap berbagai program dan kebijakan yang telah diimplementasikan.
Indikator Utama Pendorong Kepuasan Masyarakat
Suwadi Idris Amir menyoroti beberapa poin penting yang menjadi indikator kepuasan publik terhadap Kinerja Prabowo-Gibran. Kebijakan yang berfokus pada ketahanan pangan dan revitalisasi pertanian dinilai berjalan baik. Ini penting karena sektor pertanian menjadi landasan hidup sebagian besar masyarakat.
Selain itu, penguatan sektor pertahanan nasional turut berkontribusi pada stabilitas politik dan keamanan yang dianggap kuat. Pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil juga menjadi faktor pendorong kepuasan di tengah tantangan global.
Diplomasi luar negeri yang aktif dan tegas juga membuat Indonesia semakin disegani di mata dunia, menurut penilaian responden. Aspek ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga kedaulatan dan meningkatkan peran negara di kancah internasional.
Responden juga merasakan dampak positif dari upaya pemerintah di sektor lingkungan dan energi bersih. Peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) yang terus ditingkatkan turut menjadi alasan publik merasa puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran.
Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih dalam Sorotan Survei
Survei ini tidak hanya mengukur kepuasan terhadap presiden dan wakil presiden, tetapi juga menyoroti Kinerja menteri-menteri di Kabinet Merah Putih. Hasilnya menunjukkan variasi tingkat kepuasan di antara para pembantu presiden.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meraih tingkat kepuasan tertinggi dengan 10,4 persen. Disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dengan 10,1 persen.
Posisi ketiga ditempati oleh Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, dengan tingkat kepuasan 9,2 persen. Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperoleh 8,9 persen.
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, juga tercatat dengan tingkat kepuasan sebesar 7,3 persen. Data ini memberikan gambaran tentang persepsi publik terhadap kontribusi masing-masing menteri dalam menjalankan tugasnya.
Metodologi Survei yang Digunakan
PT Indeks Politica Indonesia (IPI) menjelaskan detail metodologi yang digunakan dalam survei ini. Suwadi Idris Amir di Makassar menyatakan, "pihaknya menggunakan metode survei pengambilan sampel acak bertingkat (multistage random sampling)."
Survei ini melibatkan 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi se-Indonesia, termasuk wilayah dataran tinggi. Periode pelaksanaan survei adalah dari tanggal 5 hingga 12 Oktober 2025.
"Survei dilakukan dari tanggal 5 hingga 12 Oktober 2025. Dengan menggunakan sampel responden 1.220 orang yang tersebar di seluruh provinsi se-Indonesia. Metodologi yang dipakai multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 hingga 97 persen dan margin of error 3 persen plus dan minus," ucap Suwadi. Metodologi yang ketat ini bertujuan untuk menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kepuasan publik.
Sumber: AntaraNews