Survei Indekstat: Gerindra Dominasi Elektoral, Parpol Lain Tertinggal Jauh
Survei dilakukan pada 11–25 Januari 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi secara proporsional.
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 79,2 persen. Angka tersebut terungkap dalam hasil Survei Nasional “Peta Elektoral Januari 2026” yang dirilis Indekstat Research & Data Science.
Survei dilakukan pada 11–25 Januari 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi secara proporsional. Populasi survei adalah warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau telah memiliki hak pilih. Survei ini memiliki margin of error (MoE) sebesar 2,9 persen dan dirancang untuk memetakan persepsi publik terkait dinamika sosial dan peta elektoral awal 2026.
Head of Politik Indekstat Konsultan Indonesia, Saiful Muhjab, menyatakan tingkat kepuasan tersebut sejalan dengan persepsi positif masyarakat terhadap kinerja pemerintah pusat yang mencapai 85,8 persen. Selain itu, 82,6 persen responden mengaku optimistis Indonesia akan bergerak ke arah yang lebih baik ke depan.
"Ditambah dengan nilai persepsi positif terhadap kinerja pemerintah pusat yang mencapai 85,8 persen serta tingginya optimisme masyarakat sebesar 82,6 persen yang meyakini Indonesia akan menuju arah yang lebih baik ke depan," ujar Saiful dalam rilis survei di Jakarta, Kamis (12/2).
Di Level Elektoral Partai Politik
Di level elektoral partai politik, hasil survei menunjukkan Partai Gerindra memimpin dengan elektabilitas tertutup sebesar 37,0 persen. Posisi berikutnya ditempati PDI Perjuangan (7,9 persen), PKB (7,7 persen), Partai Demokrat (6,9 persen), Golkar (5,8 persen), PKS (5,3 persen), dan PAN (3,9 persen).
Menurut Saiful, pilihan masyarakat terhadap partai politik sangat dipengaruhi faktor psikologis. Sebanyak 48,1 persen responden menyebut faktor tersebut sebagai alasan utama, dengan 27,9 persen di antaranya tertarik pada figur calon yang diusung partai.
Secara nasional, 72,0 persen pemilih mengaku sudah mantap dengan pilihannya. Tingkat loyalitas tertinggi tercatat pada pemilih PKS (78,5 persen), PDI Perjuangan (77,4 persen), dan Golkar (74,1 persen). Sementara itu, Gerindra dan Nasdem masing-masing memiliki tingkat kemantapan pemilih sebesar 72,3 persen dan 72,2 persen.
Elektabilitas
Terkait bursa calon presiden 2029, Prabowo Subianto masih mendominasi dengan elektabilitas tertutup sebesar 48,9 persen. Ia diikuti Dedi Mulyadi (16,9 persen) dan Anies Baswedan (10,1 persen). Sebanyak 49,7 persen responden menyatakan faktor persona dan kepribadian menjadi pertimbangan utama dalam memilih calon presiden.
Rilis survei tersebut dibahas dalam diskusi publik yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Pakar Politik UGM Dr. rer. pol. Mada Sukmajati, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif Deddy Sitorus, Bendahara Dewan Eksekutif Badan Pengawas dan Disiplin DPP Partai Gerindra Mohamad Hekal, serta Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.
Mada Sukmajati menilai temuan survei ini memiliki kemiripan dengan hasil Litbang Kompas, terutama terkait peningkatan elektabilitas Gerindra. Namun, ia menilai belum ada perubahan signifikan yang mengarah pada 2029. Menurutnya, kekuatan Gerindra saat ini lebih banyak ditopang figur Prabowo dibanding institusi partai.
Ia juga menyoroti potensi arah sistem kepartaian Indonesia yang dapat mengarah pada sistem partai hegemonik jika dominasi politik tidak dikelola dengan baik. Selain itu, isu ambang batas parlemen dinilai tetap krusial dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu, mengingat implikasinya terhadap jumlah partai yang lolos ke parlemen.
Bahan Evaluasi Internal
Menanggapi hasil survei, Mohamad Hekal menyebut survei menjadi bahan evaluasi internal bagi Gerindra untuk mempertajam program, terutama pada isu ekonomi dan lapangan pekerjaan. Ia menilai basis pemilih dari kelompok desil 1–8 menjadikan faktor ekonomi sebagai variabel penting dalam kontestasi politik ke depan.
Sementara itu, Deddy Sitorus mempertanyakan hubungan antara tingginya tingkat kepuasan publik dengan elektabilitas politik. Menurutnya, kepuasan terhadap kinerja pemerintah tidak selalu berbanding lurus dengan pilihan elektoral, terutama bagi pihak incumbent. Ia juga menilai pendekatan survei kuantitatif perlu dilengkapi dengan pendalaman kualitatif.
Herzaky Mahendra menyatakan Partai Demokrat akan terus melakukan konsolidasi dan mengaktifkan mesin partai meski saat ini berada di posisi keempat.
Ia menegaskan komitmen partainya untuk mengawal program-program pemerintah sekaligus mendorong kader bertanggung jawab secara politik.