Bank Digital Disebut Makin Diandalkan untuk Transaksi Harian
Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama masyarakat menggunakan bank digital.
Layanan bank digital semakin digunakan masyarakat Indonesia. Mereka menggunakannya untuk kebutuhan transaksi sehari-hari, mulai dari pengisian saldo dompet digital, pembayaran QRIS, hingga belanja online.
Temuan itu terungkap dalam Survei Persepsi dan Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia 2026 yang dilakukan Ipsos Indonesia pada April 2026.
Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla mengatakan, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama masyarakat menggunakan bank digital.
“Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga kemudahan dalam terhubung dengan berbagai kebutuhan bertransaksi sehari-hari menjadi faktor yang diprioritaskan,” ujar Hansal Savla dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Dalam survei tersebut, sebanyak 71 persen responden menyebut kemudahan dan kecepatan transaksi sebagai alasan utama memilih bank digital.
Sementara 66 persen lainnya mempertimbangkan kelengkapan fitur transaksi harian seperti QRIS, pembayaran tagihan, dan dukungan belanja online.
Perilaku Masyarakat Berubah
Hansal melihat, perubahan perilaku masyarakat tersebut sejalan dengan meningkatnya adopsi transaksi non-tunai di Indonesia.
Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi pembayaran digital nasional mencapai 14,28 miliar transaksi pada triwulan I 2026.
Pertumbuhan juga terjadi pada layanan mobile banking, internet banking, dan QRIS yang meningkat 116,45 persen secara tahunan.
Selain itu, sistem pembayaran ritel seperti BI-FAST juga mencatat pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transaksi digital yang cepat dan efisien.
Survei Ipsos juga mencatat aktivitas paling dominan yang dilakukan pengguna bank digital adalah pengisian saldo dompet digital dan belanja online.
Aplikasi Bank Digital
Dari sisi penggunaan aplikasi bank digital, SeaBank menempati posisi teratas dalam mendukung transaksi harian dengan capaian 52 persen pada kategori transfer, pembayaran, dan transaksi daring.
Posisi berikutnya ditempati Bank Jago sebesar 50 persen, diikuti Neobank 49 persen, Allo Bank 40 persen, dan Superbank 39 persen.
Dalam aspek integrasi dengan ekosistem digital, SeaBank juga menjadi pilihan utama responden dengan tingkat keterhubungan sebesar 50 persen.
Bank Jago berada di posisi kedua dengan 46 persen, disusul Superbank 43 persen, Neobank 36 persen, dan Allo Bank 26 persen.
Sementara untuk pengisian saldo dompet digital, SeaBank mencatat tingkat penggunaan tertinggi sebesar 77 persen. Pada kategori belanja online, sebanyak 69 persen responden memilih SeaBank sebagai bank digital pendukung transaksi mereka.
Hansal mengatakan konektivitas dengan ekosistem digital kini menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan masyarakat terhadap layanan bank digital.
“Pengguna cenderung memilih layanan yang dapat mendukung berbagai aktivitas mereka secara praktis dan terhubung dengan mulus dalam satu platform,” kata dia.