Keamanan Platform Jadi Prioritas Nasabah Menabung Digital
Penurunan suku bunga acuan BI juga turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk menahan penempatan dana pada produk tabungan.
Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun lalu atau 4,89 persen.
Penurunan suku bunga acuan BI juga turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk menahan penempatan dana pada produk tabungan.
Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia mengatakan, kondisi seperti ini membuat masyarakat kini semakin memprioritaskan berbagai sisi terkait dengan keuangannya.
“Masyarakat semakin kritis terkait keamanan, stabilitas aplikasi, kemudahan pencairan dana, hingga efisiensi biaya layanan dalam memilih platform tabungan hingga deposito digital,” ujar dia, Rabu (10/12).
Pernyataannya itu berlandaskan pada hasil survei terbarunya. Survei yang dilakukannya itu melibatkan 300 responden di Indonesia dan menilai persepsi pengguna terhadap sejumlah aplikasi bank digital yang terus berkembang di pasar.
Produk dan Layanan Bank Digital
Misalnya saja pada produk deposito. Hansal menyebut, terdapat 5 bank digital yang dilirik masyarakat karena dianggap aman. 5 bank itu ialah Seabank (39 persen), Bank Jago (30 persen), Neobank (29 persen), Allo Bank (19 persen), dan Superbank (15 persen).
Kemudian, untuk preferensi kemudahan pencairan bunga Tabungan SeaBank kembali menjadi pilihan terbesar responden (46 persen) karena dianggap memberikan kemudahan pencairan bunga harian sehingga memberikan flaksibilitas bagi nasabah.
Platform selanjutnya yaitu Bank Jago (31 persen), Neobank (25 persen), Allo Bank (16 persen), dan Superbank (15 persen).
Lalu pada aspek biaya layanan, promo seperti bebas biaya admin menjadi salah satu alasan utama masyarakat dalam memilih layanan perbankan digital.
Pada aspek ini, preferensi utama adalah SeaBank (47 persen), diikuti oleh Bank Jago (33 persen), Neobank (26 persen), Superbank (15 persen), dan Allo Bank (11 persen).
Survei ini juga menemukan bahwa mayoritas pengguna bank digital, khususnya Gen Z dan Milenial, kerap menggunakan aplikasi bank digital mereka untuk transfer, top-up e wallet, dan pembayaran QRIS, disusul dengan tabungan, hingga penggunaan produk deposito.
“Mereka mengutamakan kepraktisan dan kecepatan, termasuk dalam mengelola tabungan secara digital. Sehingga selain keamanan, platform yang mampu memberikan pengalaman yang lancar dan praktis akan lebih diunggulkan,” jelasnya dikutip Antara.