Kudus Segera Miliki SD Berstandar Global dengan Program Kelas Internasional
Kabupaten Kudus akan memiliki SD berstandar global melalui pembukaan International Class Program (ICP) di SDA Mulida, bekerja sama dengan Cambridge University Press, menyiapkan siswa berdaya saing global.
Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bersiap menyambut era baru pendidikan dengan hadirnya sekolah dasar (SD) berstandar global. Inisiatif ini diwujudkan melalui pembukaan International Class Program (ICP) di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus (SDA Mulida). Program unggulan ini bertujuan mencetak lulusan terbaik, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris, berkat kerja sama dengan Cambridge University Press.
Peresmian kelas internasional ini berlangsung pada Sabtu, 13 Juni, di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Acara penting tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Abdul Mu'ti. Kehadiran beliau menandai dukungan pemerintah terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Program ICP di SDA Mulida Kudus ini akan mulai menerima siswa pada tahun ajaran baru 2026/2027. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan solusi sekaligus inspirasi bagi anak-anak Indonesia. Mereka dapat mencapai cita-cita tinggi dengan mempersiapkan diri sejak dini melalui berbagai kemampuan, terutama bahasa dan akademik.
Inovasi Pendidikan di Pedesaan Mendapat Apresiasi
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Abdul Mu'ti, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif SDA Mulida Kudus. Beliau menyoroti keunikan sekolah tingkat SD yang berlokasi di pedesaan, dikelilingi persawahan, namun berani membuka kelas internasional dengan menggandeng Cambridge University Press. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan berkualitas.
Menurut Menteri Abdul Mu'ti, program ICP sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta kebijakan Presiden RI. Pemerintah menginginkan Indonesia memiliki sekolah-sekolah berkualitas internasional, namun tetap dengan tarif lokal yang terjangkau. Hal ini memastikan akses pendidikan bermutu bagi semua lapisan masyarakat.
Abdul Mu'ti berharap, dibukanya kelas internasional di SDA Mulida Kudus dapat menjadi inspirasi. Sekolah ini diharapkan mampu memfasilitasi anak didik untuk memiliki mimpi besar, menjelajahi dunia, dan bahkan menjadi tokoh-tokoh penting di masa depan. Beliau bahkan menyebutkan tiga warga Kudus yang kini menjadi menteri, termasuk dirinya, Ferry Juliantono, dan Nusron Wahid, sebagai contoh inspiratif.
Dukungan dan Persiapan Matang Kelas Internasional
Lembaga pendidikan swasta seperti SDA Mulida Kudus dinilai sangat membantu program pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas. Menteri Abdul Mu'ti menekankan prinsip "pendidikan bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta". Ini berarti masyarakat dapat memberikan dukungan melalui swakelola dan swadaya untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu.
Wakil Kepala SDA Mulida Getassrabi Kudus, Ulin Niam, mengungkapkan bahwa persiapan kelas bilingual telah dilakukan sejak satu tahun lalu. Sekolah ini juga mendapat bantuan signifikan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk pengadaan meja dan kursi, bekerja sama dengan mitra Lazismu Kudus. Dukungan ini menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan pendidikan.
Pada tahun ajaran baru 2026/2027, SDA Mulida Kudus berencana membuka empat kelas. Tiga kelas akan diperuntukkan bagi program reguler, sementara satu kelas khusus untuk International Class Program (ICP). Setiap kelas ICP akan memiliki daya tampung maksimal 28 anak. Ini merupakan langkah awal yang ambisius untuk menyediakan pendidikan berstandar global di Kudus.
Sumber: AntaraNews