Menteri Pendidikan Resmikan Sekolah Bilingual Gratis Samarinda: Model Unggul di Lahan Luas 1,8 Hektar
Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti meresmikan Sekolah Bilingual Gratis Samarinda, sebuah institusi non-boarding yang dirancang sebagai model keunggulan akademik dan karakter. Penasaran dengan fasilitasnya yang modern?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Abdul Mu'ti, secara resmi meresmikan Sekolah Terpadu Samarinda pada hari Rabu, 01 Oktober, di Kalimantan Timur. Institusi pendidikan non-boarding gratis ini didesain sebagai model keunggulan akademik, pembangunan karakter, serta fasilitas modern. Sekolah ini mencakup tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA.
Peresmian ini menandai langkah signifikan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Sekolah ini tidak hanya menawarkan pendidikan berkualitas tinggi tetapi juga gratis, menunjukkan komitmen kuat terhadap pemerataan akses pendidikan. Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Sekolah Terpadu Samarinda mengadopsi sistem pembelajaran bilingual, memadukan Kurikulum Merdeka nasional dengan Kurikulum Cambridge internasional. Strategi ini bertujuan mempersiapkan siswa menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Fokus pada penguasaan bahasa Inggris dan STEM sejak dini menjadi pilar utama dalam kurikulum yang diterapkan.
Integrasi Kurikulum Global dan Nasional
Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Sekolah Terpadu Samarinda merupakan sebuah inovasi penting dalam dunia pendidikan. "Ini bukan hanya sekolah berkelas internasional, tetapi juga gratis," ujar Mu'ti dalam pernyataannya. Beliau menambahkan bahwa komitmen semacam ini akan membentuk generasi hebat di Samarinda, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional dan global.
Sistem pembelajaran bilingual yang diterapkan di sekolah ini merupakan perpaduan antara Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Cambridge. Pendekatan ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan adaptasi dan daya saing tinggi. Integrasi kedua kurikulum ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
Mu'ti juga menekankan pentingnya penguasaan awal bahasa Inggris dan STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika). "Bahasa Inggris adalah bahasa sains dan teknologi," katanya. Beliau menjelaskan bahwa mulai kelas tiga, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib, di samping penguatan sains dan matematika sejak pendidikan dini.
Fasilitas Modern dan Seleksi Ketat
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan bahwa Sekolah Terpadu ini dibangun untuk meningkatkan kualitas dan integritas pendidikan. Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektar, mencakup jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Lingkungan belajar yang luas dan terintegrasi ini mendukung proses pembelajaran yang holistik.
Fasilitas yang tersedia di sekolah ini sangat lengkap dan modern, meliputi laboratorium, perpustakaan multimedia, ruang belajar digital, serta tempat olahraga dan seni. Rencana masa depan juga mencakup pembangunan area hijau dan jalur menuju masjid. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan akademik dan non-akademik siswa.
Andi Harun juga menjelaskan mengenai proses seleksi yang ketat untuk tenaga pendidik dan siswa. "Guru, kepala sekolah, dan pendidik dipilih melalui proses yang ketat, transparan, dan tanpa kompromi," ujarnya. Beliau menambahkan bahwa siswa juga menjalani seleksi, karena kualitas hanya dapat dicapai melalui integritas dalam setiap aspek pendidikan.
Komitmen Pemerintah untuk Generasi Unggul
Pemerintah memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan. Menteri Mu'ti menyebutkan program wajib belajar 13 tahun sebagai salah satu upaya utama. Program ini memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang memadai hingga jenjang menengah.
Selain itu, pemerintah juga meluncurkan skema Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung kesehatan dan nutrisi, yang merupakan fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan fisik. Kesehatan yang baik akan menunjang kemampuan belajar siswa secara optimal.
Melalui Sekolah Terpadu Samarinda dan program-program pendukung lainnya, pemerintah menunjukkan komitmennya. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter kuat. Ini sejalan dengan visi Indonesia untuk memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Sumber: AntaraNews