Revitalisasi Sekolah: Mendikdasmen Tegaskan Pentingnya Gedung Layak untuk Pendidikan Berkualitas
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan revitalisasi sekolah merupakan upaya krusial pemerintah dalam menciptakan pembelajaran berkualitas dan generasi unggul, dengan fokus pada pembangunan fisik dan peningkatan kualitas guru.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Lamongan, Jawa Timur. Beliau menekankan bahwa pembangunan fisik sekolah sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal. Gedung yang layak menjadi fondasi utama bagi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
Revitalisasi sekolah ini merupakan bagian integral dari program prioritas pemerintah. Inisiatif ini selaras dengan visi pembangunan nasional untuk mencetak generasi unggul. Program ini juga mendukung Asta Cita Presiden RI dalam memajukan kualitas sumber daya manusia.
Selain infrastruktur, pemerintah juga berupaya meningkatkan kompetensi guru. Penguatan kualitas akademik, sosial, dan profesional guru menjadi fokus utama. Pendidikan karakter juga diperkuat melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Fondasi Kuat Melalui Revitalisasi Fisik dan Peningkatan Kompetensi Guru
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pembangunan fisik sekolah adalah raga yang penting dalam ekosistem pendidikan. Gedung yang layak dan fasilitas memadai menjadi prasyarat bagi pembelajaran yang efektif. Hal ini disampaikan saat peresmian di SMP Negeri 1 Lamongan, Jawa Timur.
Program revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata. Pemerintah juga secara aktif mendorong peningkatan kualitas guru di seluruh Indonesia. Peningkatan kompetensi akademik, sosial, dan profesional guru menjadi kunci utama.
Selain itu, penguatan pendidikan karakter juga menjadi perhatian serius pemerintah. Melalui gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ini bertujuan untuk mendukung perkembangan holistik peserta didik.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Proyeksi Revitalisasi di Lamongan
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program revitalisasi satuan pendidikan ini. Menurutnya, inisiatif ini sangat strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan di wilayahnya. Dukungan pemerintah pusat sangat berarti bagi kemajuan pendidikan daerah.
Revitalisasi di Lamongan mencakup pembangunan dan rehabilitasi beragam fasilitas pendidikan. Ini termasuk ruang kelas, perpustakaan, serta gedung penunjang lainnya. Tujuannya adalah menciptakan proses belajar mengajar yang lebih aktif dan berkualitas bagi siswa.
Pada tahun 2025, program revitalisasi di Kabupaten Lamongan akan menjangkau empat tingkatan TK/PAUD, 23 SD, dan 20 SMP. Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga mengisyaratkan peluang tambahan program revitalisasi untuk Lamongan pada tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengimplementasikan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan. Program-program tersebut meliputi beasiswa Perintis yang telah menjangkau hampir 8.000 siswa. Ada pula Program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) bagi anak putus sekolah, serta Gerakan Kesetaraan Belajar (Gertak Desa).
Sumber: AntaraNews