Ratusan Peserta Ikuti Gerakan Baca Senyap di Gramedia Jalma Semarang, Tingkatkan Minat Baca
Gerakan Baca Senyap kembali digelar di Gramedia Jalma Semarang, menarik ratusan peserta dari berbagai komunitas untuk meningkatkan minat baca dan literasi.
Sekitar 400 orang dari 30 komunitas dan masyarakat umum membanjiri Gramedia Jalma Semarang pada Sabtu (13/6) untuk mengikuti kegiatan "Baca Senyap". Acara ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk meningkatkan minat baca serta literasi di kalangan masyarakat luas. Peserta yang telah mendaftar dapat menikmati pengalaman membaca buku secara pribadi di berbagai sudut nyaman toko buku tersebut.
Inisiatif "Baca Senyap" ini diselenggarakan dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). Rangkaian perayaan di Semarang berlangsung selama tiga hari penuh, mengusung tema besar "Belajar Membaca, Belajar Bernalar". Kegiatan baca senyap menjadi pembuka pagi hari sebelum toko buku resmi beroperasi.
Christina M Udiani, Manager Redaksi dan Produksi Penerbit KPG, menjelaskan bahwa acara ini adalah hasil kolaborasi erat antara Penerbit KPG dan Gramedia Jalma Semarang. Dukungan juga datang dari lebih dari 30 komunitas literasi yang aktif di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya. Gerakan ini diharapkan dapat terus memupuk kebiasaan membaca di tengah masyarakat.
Gerakan Baca Senyap: Dari Inspirasi Global hingga Kolaborasi Lokal
Gerakan "Baca Senyap" yang kini populer di Indonesia terinspirasi dari konsep "silent book club" yang berasal dari Amerika. Hestia Istiviani, Duta Baca Jakarta 2023, adalah sosok yang mempopulerkan gerakan ini di Tanah Air, membawa semangat membaca hening ke berbagai kota. Inisiatif ini menawarkan pengalaman membaca yang mendalam dan personal bagi setiap pesertanya.
Penerbit KPG telah memulai gerakan serupa sejak tahun 2025 sebagai bagian dari perayaan ulang tahunnya. Salah satu penyelenggaraan awal dilakukan tak lama setelah pembukaan Gramedia Jalma di Melawai, Jakarta, yang berhasil menarik hingga 300 peserta. Keberhasilan ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan literasi yang inovatif.
Di Semarang, acara "Baca Senyap" ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi antara berbagai pihak. Penerbit, pembaca, komunitas literasi, dan toko buku bersatu padu, masing-masing memainkan peran penting dalam mewujudkan tujuan bersama. Keterlibatan aktif dari semua elemen ini menjadi kunci keberlanjutan gerakan.
Membangun Nalar dan Kebersamaan Melalui Literasi
Christina M Udiani menekankan bahwa gerakan "Baca Senyap" adalah wujud nyata kolaborasi yang penting. Ia menyebutnya sebagai "satu keluarga besar" yang harus terus dirawat bersama. Tujuannya adalah untuk menjaga kewarasan dan kemampuan bernalar masyarakat, serta mendorong keberanian dalam bersikap.
Melalui kegiatan membaca secara pribadi, peserta diajak untuk fokus dan merenung, sebuah praktik yang semakin langka di era digital. Suasana tenang di Gramedia Jalma Semarang memungkinkan setiap individu untuk benar-benar tenggelam dalam dunia buku pilihannya. Ini menciptakan ruang yang ideal untuk introspeksi dan pengembangan diri.
Dukungan dari puluhan komunitas literasi menunjukkan betapa kuatnya semangat kebersamaan dalam memajukan budaya membaca. Mereka tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga turut serta dalam menyebarkan pesan pentingnya literasi. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di masyarakat.
Inisiatif Literasi KPG untuk Semua Usia
Selain "Baca Senyap", Penerbit KPG juga menyiapkan serangkaian acara menarik lainnya, khususnya untuk anak-anak. Program ini dirancang untuk merawat nalar sejak usia dini melalui pendekatan interaktif dan edukatif. Salah satu program unggulan adalah "Pecahkan Kasus Misteri: Penghuni Rumah Kosong".
Acara anak ini memadukan konsep "storytelling" yang memikat dengan permainan detektif yang seru. Cerita misteri "Penghuni Rumah Kosong" karya Benny Rhamdani, yang merupakan bagian dari Kumpulan Cerita Misteri BOBO, akan dibawakan dengan gaya mendongeng oleh Salsabilla Nadifa Setiawan. Salsabilla, atau akrab disapa Sabil, adalah seorang pendongeng cilik yang berbakat.
Narasi Sabil akan membawa peserta anak-anak berusia 7-12 tahun ke dalam dunia penuh teka-teki yang telah dirancang oleh komunitas penggemar cerita misteri, Detectives.id. Duta Baca Semarang 2024, Aisha Rheavashti Alulazaki, turut hadir sebagai pembawa acara. Pradikha Bestari, editor Kiddo (lini penerbitan buku anak KPG), menambahkan bahwa kegiatan ini juga bisa menjadi ajang nostalgia bagi orang tua yang tumbuh bersama cerita Bobo.
Keseruan masa kecil orang tua dapat dibagikan kepada anak-anak, dengan harapan dapat mempererat hubungan keluarga. Inisiatif ini menunjukkan komitmen KPG dalam menyediakan konten literasi yang relevan dan menarik bagi semua generasi, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sumber: AntaraNews