Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak sukses menggelar Ponti Lite Fest 2025. Festival literasi ini berlangsung meriah pada 20-21 September di Pontianak Convention Center (PCC).
Acara tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan. Dengan mengusung tema “Pesta Kata Bumi Khatulistiwa”, kegiatan ini berhasil menarik perhatian.
Ribuan pelajar, komunitas literasi, dan masyarakat umum turut berpartisipasi aktif dalam festival ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi di Kota Pontianak.
Advertisement
Advertisement
Ponti Lite Fest 2025: Gerakan Kolektif untuk Literasi
Kepala Disperpusip Kota Pontianak, Rendrayani, menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang mendukung penyelenggaraan festival. Rendrayani menegaskan bahwa Ponti Lite Fest 2025 bukan sekadar acara seremonial.
“Ponti Lite Fest bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan bersama yang mencerminkan komitmen Kota Pontianak dalam menumbuhkan budaya literasi,” ujar Rendrayani. Ia menambahkan, literasi tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis.
Literasi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta komunikatif. Dengan literasi yang kuat, masyarakat dapat menangkal hoaks dan mengurangi polarisasi informasi. Hal ini sekaligus memperluas wawasan setiap individu.
Advertisement
Menurutnya, keberagaman budaya di Kota Pontianak merupakan modal besar untuk membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing. Identitas Pontianak sebagai satu-satunya kota di dunia yang dilintasi garis khatulistiwa harus diperkuat dengan tradisi membaca dan semangat belajar sepanjang hayat.
Advertisement
Ragam Kegiatan Inspiratif di Ponti Lite Fest 2025
Ketua Panitia Ponti Lite Fest 2025, Nani Rosa Nengsih, menjelaskan detail kegiatan yang diselenggarakan. Festival ini menghadirkan sepuluh kegiatan utama yang menarik dan edukatif.
“Semua dirancang agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam kegiatan literasi,” kata Nani Rosa Nengsih. Berbagai kegiatan tersebut meliputi sedekah buku, sayembara ulasan buku, dan lomba cerita Kota Kita.
Ada juga lomba yel-yel, sesi read aloud yang interaktif, lomba mading, dan pentas literasi. Selain itu, terdapat lomba ranking satu dan talkshow inspiratif yang menghadirkan pembicara inspiratif.
Advertisement
Nani Rosa Nengsih mengungkapkan antusiasme yang sangat tinggi tahun ini. “Tahun ini antusiasme sangat tinggi, terlihat dari partisipasi puluhan sekolah dan komunitas literasi,” tambahnya. Keikutsertaan berbagai kalangan menunjukkan bahwa literasi telah berkembang menjadi gerakan kolektif masyarakat, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan.
Sumber: AntaraNews