Dinas Perpustakaan Makassar Terima 1.500 Judul Donasi Buku Makassar, Perkuat Literasi Warga
Dinas Perpustakaan Makassar sukses menghimpun 1.500 judul Donasi Buku Makassar dari berbagai pihak, memperkaya koleksi dan menyalurkannya ke perpustakaan binaan. Simak selengkapnya!
Dinas Perpustakaan Kota Makassar berhasil menerima donasi buku sebanyak 1.500 judul sejak September 2025 hingga awal tahun 2026 ini. Sumbangan berharga ini berasal dari beragam sumber, mulai dari perorangan hingga korporasi besar. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya koleksi perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat di Kota Makassar.
Pustakawan Dinas Perpustakaan Makassar, Tulus Wulan Juni, mengungkapkan bahwa program donasi ini merupakan upaya berkelanjutan. Donasi tersebut tidak hanya akan memperkuat koleksi di perpustakaan utama, tetapi juga akan didistribusikan secara merata. Hal ini dilakukan untuk memastikan akses literasi yang lebih luas bagi warga kota.
Penyaluran buku donasi ini mencakup berbagai titik perpustakaan binaan di seluruh Makassar, termasuk sekolah dan fasilitas umum. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pembaca. Dengan demikian, program ini dapat secara signifikan meningkatkan angka literasi di berbagai lapisan masyarakat.
Kolaborasi Berbagai Pihak dalam Program Donasi Buku Makassar
Program donasi buku yang digagas Dinas Perpustakaan Makassar telah menarik perhatian berbagai pihak untuk berpartisipasi aktif. Beberapa di antaranya adalah Yayasan Kidstar yang menyumbang 31 judul dengan 124 eksemplar, termasuk 30 eksemplar Kitab Al-Qur'an. Selain itu, Yayasan Al Bayan juga turut berkontribusi dengan 116 judul dan 143 eksemplar buku.
Dukungan signifikan juga datang dari sektor korporasi, khususnya Bank Mandiri Region X/Sulawesi dan Maluku. Melalui Regional Human Capital, Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan buku sebanyak dua kali ke Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Donasi terakhir berupa 160 judul buku diserahkan langsung oleh Perwakilan Human Capital Bank Mandiri, Fariz, kepada Pustakawan Dinas Perpustakaan Makassar Tulus Wulan Juni.
Bantuan dari Bank Mandiri ini merupakan bagian dari program "Mandiri Peduli" yang mengumpulkan donasi dari karyawan Bank Mandiri. "Bantuan donasi ini adalah donasi yang kedua kalinya kami bawa," ujar Perwakilan Human Capital Bank Mandiri Fariz. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi Bank Mandiri dalam meningkatkan literasi dan akses pengetahuan masyarakat.
Dobrak Literasi: Inovasi Dinas Perpustakaan Makassar untuk Donasi Buku
Tulus Wulan Juni menjelaskan bahwa program donasi dari Bank Mandiri ini sangat selaras dengan inovasi yang dikembangkan oleh Dinas Perpustakaan Makassar. Inovasi tersebut dinamakan Dobrak Literasi, singkatan dari Dropbook Bergerak untuk Literasi. Program ini dirancang khusus untuk mengelola dan mendistribusikan buku-buku donasi secara efektif.
Dobrak Literasi adalah sebuah program pengelolaan buku donasi yang dilakukan secara berjejaring dengan berbagai pihak. Tujuannya adalah untuk menyalurkan buku-buku tersebut ke perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan. Dengan demikian, buku-buku dapat terus bergerak dan menemui sebanyak mungkin pembacanya di berbagai lokasi.
"Alhamdulillah programnya selaras dengan inovasi kami," kata Tulus. Ia berharap Bank Mandiri dapat terus menjadi mitra jejaring Dinas Perpustakaan Makassar dalam upaya meningkatkan literasi. Selain itu, Dinas Perpustakaan juga aktif membangun jaringan Dropbook Point di 10 sekolah, sebagian besar merupakan sekolah swasta, melalui program Dobrak Literasi ini.
Dampak dan Jangkauan Donasi Buku untuk Masyarakat Makassar
Penyaluran buku donasi tidak hanya terpusat di perpustakaan utama, tetapi juga menjangkau perpustakaan binaan di berbagai lokasi. Beberapa di antaranya adalah perpustakaan sekolah yang telah mengajukan permintaan bantuan buku. Selain itu, buku-buku juga disalurkan ke perpustakaan khusus posyandu dan Rumah Tahanan (Rutan).
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Dinas Perpustakaan Makassar untuk memastikan bahwa buku dan pengetahuan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dari anak-anak sekolah hingga warga binaan di Rutan, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan manfaat dari literasi. Program ini menjadi jembatan penting dalam pemerataan akses pendidikan.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, korporasi, dan yayasan, diharapkan program Donasi Buku Makassar dapat terus berkelanjutan. Upaya ini akan terus memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. Pada akhirnya, dapat mendorong terciptanya masyarakat Makassar yang lebih literat dan berbudaya membaca.
Sumber: AntaraNews