Bulog Bukittinggi Gencarkan Serap Beras Petani di Pasaman dan Pasaman Barat
Perum Bulog Cabang Bukittinggi berhasil serap beras petani di wilayah Pasaman dan Pasaman Barat sebanyak 201 ton hingga Februari 2026, mendukung target nasional Cadangan Beras Pemerintah.
Perum Bulog Cabang Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga tanggal 12 Februari 2026, Bulog telah berhasil menyerap gabah hasil panen dari petani di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat. Total gabah yang berhasil diserap mencapai 201 ton, sebuah langkah awal yang signifikan dalam memenuhi target penyerapan tahun ini.
Penyerapan gabah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di seluruh Indonesia. Keberhasilan penyerapan ini tidak lepas dari kerja sama erat antara Bulog dengan berbagai pihak di tingkat lapangan. Ini menandakan sinergi yang baik antara lembaga pemerintah dan masyarakat petani.
Pimpinan Kantor Cabang Bulog Bukittinggi, Romi Victa Rose, menjelaskan bahwa beberapa daerah di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja Bulog Cabang Bukittinggi telah memasuki masa panen. Penyerapan gabah dan beras ini akan terus berlangsung hingga Desember 2026, sejalan dengan target nasional yang telah ditetapkan.
Strategi dan Mekanisme Penyerapan Beras Petani
Dalam melaksanakan program penyerapan gabah dan beras, Perum Bulog Bukittinggi menerapkan strategi kolaboratif yang efektif. Bulog bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mendapatkan informasi akurat. Kemitraan ini memastikan bahwa Bulog dapat menjangkau daerah-daerah yang akan memasuki masa panen padi secara tepat waktu.
Pemerintah telah menetapkan harga pembelian yang menguntungkan bagi petani untuk gabah dan beras. Ketentuan harga pembelian beras oleh pemerintah melalui Bulog adalah Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, harga pembelian gabah yang telah cukup usia panen ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Penetapan harga ini bertujuan untuk memberikan kepastian pendapatan bagi petani dan mendorong mereka untuk terus berproduksi. Mekanisme pembelian yang jelas dan terstruktur ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi petani dalam program penyerapan Bulog. Hal ini juga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Target Nasional dan Peran Bulog dalam Cadangan Beras Pemerintah
Pada tahun 2026, Perum Bulog kembali ditugaskan untuk melakukan penyerapan gabah dan beras guna mengisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Penugasan ini merupakan hasil rapat koordinasi terbatas yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan dan arahan dari Menteri Pertanian/Kepala Bapanas.
Target pengadaan atau penyerapan gabah beras secara nasional pada tahun ini sangat ambisius, yaitu sebanyak 4 juta ton setara beras. Untuk Bulog Cabang Bukittinggi sendiri, target penyerapan gabah yang harus dicapai adalah 1.854 ton, atau setara dengan 1.620 ton beras. Angka ini menunjukkan peran krusial Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat lokal maupun nasional.
Pencapaian target ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan pasokan beras yang cukup bagi masyarakat. Cadangan Beras Pemerintah berfungsi sebagai bantalan untuk menstabilkan harga dan mengantisipasi gejolak pasokan. Dengan demikian, peran Bulog dalam penyerapan ini menjadi vital untuk ketahanan pangan Indonesia.
Sumber: AntaraNews