Bulog Bogor Serap 435 Ton Gabah Petani Sesuai HPP, Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Perum Bulog Kantor Cabang Bogor berhasil menyerap 435 ton gabah kering panen (GKP) petani lokal hingga Januari 2026. Komitmen Bulog Bogor ini jaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Bogor Serap 435 Ton Gabah Petani Sesuai HPP, Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Perum Bulog Kantor Cabang Bogor gencar melakukan Penyerapan Gabah Bulog Bogor sebanyak 435 ton dari petani lokal, memastikan harga sesuai HPP untuk stabilitas pangan dan kesejahteraan petani. (AntaraNews)

Perum Bulog Kantor Cabang Bogor menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung petani lokal. Sejak awal Januari hingga 25 Januari 2026, Bulog Bogor telah menyerap sebanyak 435.506 kilogram Gabah Kering Panen (GKP). Penyerapan ini dilakukan di wilayah Bogor dan sekitarnya, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan.

Gabah tersebut diserap dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram. Kebijakan harga ini bertujuan melindungi pendapatan para petani di tengah fluktuasi harga pasar. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan kepastian ekonomi bagi para petani gabah.

Proses penyerapan gabah ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah, Kodim, penyuluh pertanian lapangan, serta mitra pangan pengadaan turut berkolaborasi. Keterlibatan mereka sangat penting dalam memastikan kelancaran dan efektivitas program penyerapan gabah ini.

Pemimpin Cabang Bulog Bogor, Dadan Irawan, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus menyerap hasil panen petani dalam negeri. Penyerapan ini menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Bulog Bogor berupaya memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian.

Gabah yang diserap harus memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Gabah harus cukup umur panen dan telah dipisahkan dari daun atau rumput padi. Hal ini penting untuk menjaga kualitas gabah yang akan diolah menjadi beras.

Selain itu, gabah juga harus bersih dari benda asing seperti batu, tanah, logam, maupun material lain yang tidak sesuai standar. Standar kualitas ini diterapkan untuk memastikan gabah yang masuk ke cadangan pemerintah adalah yang terbaik. Penerapan standar ini juga menjaga kepercayaan petani terhadap Bulog.

Dadan Irawan juga menekankan bahwa harga penyerapan Rp6.500 per kilogram sesuai HPP. Harga ini ditetapkan untuk melindungi pendapatan petani, sehingga mereka tidak merugi saat panen raya. Kebijakan harga ini menjadi insentif bagi petani untuk terus berproduksi.

Untuk memperlancar seluruh proses penyerapan GKP, Bulog KC Bogor tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin sinergi erat dengan pemerintah daerah setempat dan Komando Distrik Militer (Kodim). Kolaborasi ini memastikan jangkauan penyerapan yang lebih luas dan efisien.

Selain itu, penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan mitra pangan pengadaan juga berperan penting. Mereka memiliki jaringan petani binaan yang luas di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kemitraan ini membantu Bulog dalam mengidentifikasi dan menjangkau petani yang membutuhkan.

Guna mempermudah komunikasi dan koordinasi, Bulog KC Bogor menyediakan layanan call center khusus. Petani maupun mitra pengadaan dapat menghubungi nomor 0877-9104-4415. Layanan ini tersedia setiap hari dari pukul 07.00 hingga 23.59 WIB.

Melalui layanan call center ini, petani bisa memperoleh informasi lengkap mengenai penyerapan gabah. Mereka juga bisa menanyakan prosedur penjualan gabah ke Bulog. Dadan berharap mekanisme penyerapan ini memberikan kepastian pasar bagi petani dan memperkuat cadangan beras pemerintah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi