Bulog Rejang Lebong Lampaui Target, Serap 1.200 Ton Gabah Petani Akhir Februari 2026

Perum Bulog Cabang Rejang Lebong berhasil melampaui target penyerapan gabah petani hingga akhir Februari 2026, mencapai 1.200 ton Gabah Kering Panen (GKP). Capaian ini memperkuat Cadangan Beras Pemerintah dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Rejang Lebong Lampaui Target, Serap 1.200 Ton Gabah Petani Akhir Februari 2026
Perum Bulog Cabang Rejang Lebong berhasil melampaui target penyerapan gabah petani hingga akhir Februari 2026, mencapai 1.200 ton Gabah Kering Panen (GKP). Capaian ini memperkuat Cadangan Beras Pemerintah dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani. (AntaraNews)

Perum Bulog Cabang Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mencatat realisasi penyerapan gabah petani di wilayahnya telah melampaui target. Hingga akhir Februari 2026, Bulog berhasil menyerap 1.200 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Jumlah ini signifikan melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 1.000 ton GKP untuk periode tersebut. Pimpinan Cabang Perum Bulog Rejang Lebong, A Musalim Yudha, mengonfirmasi capaian positif ini pada Jumat.

Selain gabah, Bulog Rejang Lebong juga telah menyerap 237,7 ton beras petani, dari total target 812 ton untuk tahun 2026. Penyerapan gabah Bulog Rejang Lebong ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Hingga akhir Februari 2026, Perum Bulog Cabang Rejang Lebong berhasil menyerap 1.200 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari petani. Angka ini menunjukkan pencapaian yang melampaui target awal 1.000 ton GKP yang telah ditetapkan.

Capaian ini didukung oleh penyerapan dari Kabupaten Lebong, salah satu dari tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerja Bulog Rejang Lebong. Selain gabah, Bulog juga telah menyerap 237,7 ton beras petani.

Penyerapan beras ini merupakan bagian dari target total 812 ton beras yang ditetapkan untuk tahun 2026. Upaya ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Gabah yang dibeli oleh Bulog harus memenuhi ketentuan standar kualitas yang ketat. Gabah tersebut harus sudah masuk usia panen dan dalam kondisi bersih untuk memastikan rendemen beras yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Langkah ini diambil untuk melindungi harga di tingkat petani agar tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah. Selain itu, upaya ini juga bertujuan memastikan ketersediaan stok beras tetap aman di wilayah kerja Bulog Rejang Lebong.

Dalam proses penyerapan di lapangan, Bulog Rejang Lebong menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak. Mitra penggilingan, petugas penyuluh lapangan (PPL), hingga dinas pertanian di wilayah setempat turut berperan aktif.

Strategi kolaboratif ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras di pasaran. Kemitraan ini krusial untuk efektivitas program penyerapan.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Rejang Lebong, A Musalim Yudha, menyatakan optimisme terhadap peningkatan serapan hasil panen di musim-musim berikutnya. Hal ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan.

Peningkatan serapan hasil panen juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah. Bulog berkomitmen untuk terus berupaya maksimal dalam mencapai target penyerapan.

Wilayah kerja Bulog Rejang Lebong mencakup tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, yaitu Rejang Lebong, Kepahiang, dan Kabupaten Lebong. Dengan demikian, dampak positif dari penyerapan ini akan dirasakan secara luas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi