Bulog Pastikan Stok Beras Jateng Aman Hingga Akhir 2026, Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Perum Bulog menjamin ketersediaan Stok Beras Jateng Aman hingga akhir 2026, siap penuhi bantuan pangan dan SPHP. Masyarakat tak perlu khawatir kelangkaan di tengah kondisi global.
Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan ketersediaan stok beras di wilayah tersebut aman hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pemimpin Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, mengungkapkan sekitar 80 persen dari stok 372.362 ton setara beras sudah dalam bentuk siap pakai. Pernyataan ini disampaikan di Brebes pada Sabtu, 2 Mei 2026, saat mendampingi kunjungan anggota DPR RI.
Ketersediaan ini diharapkan menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah berbagai tantangan, termasuk kondisi geopolitik global. Masyarakat Jawa Tengah, khususnya Brebes dan Tegal, diimbau tidak khawatir kelangkaan beras.
Upaya Bulog Menjamin Ketersediaan Stok Beras Jateng Aman
Bulog terus mengoptimalkan penyerapan gabah beras dari petani lokal untuk menambah cadangan pangan nasional. Hingga 1 Mei 2026, Bulog telah merealisasikan penyerapan sekitar 200 ribu ton dari target tahunan 374 ribu ton.
Pencapaian ini menunjukkan sekitar 52 persen dari target penyerapan gabah beras tahunan telah terpenuhi pada akhir April 2026. Proses penyerapan ini krusial untuk menjaga keberlanjutan pasokan beras di gudang Bulog.
Mengingat kapasitas gudang induk Bulog yang terbatas, Bulog menjalin kerja sama strategis dengan pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk penyediaan gudang mitra. Langkah ini memastikan seluruh hasil serapan dapat tertampung baik dan Stok Beras Jateng Aman terjaga.
Selain itu, Bulog juga tengah gencar menyalurkan bantuan pangan, yang per 2 Mei 2026 sudah mencapai 30 persen dari target. Penyaluran ini ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026, menunjukkan komitmen Bulog dalam distribusi pangan.
Dukungan DPR RI dan Jaminan Swasembada Pangan
Kunjungan Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Hekal, ke gudang Bulog di Brebes menegaskan dukungan legislatif menjaga ketahanan pangan. Kunjungan ini merupakan penugasan fraksi untuk memantau langsung fasilitas Bulog.
Tujuan utama kunjungan adalah memastikan program swasembada pangan berjalan aman, terkendali, dan stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global. Muhammad Hekal menyatakan kepuasannya atas kondisi stok yang melimpah.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu menyampaikan kabar gembira bahwa stok beras di gudang Bulog Jateng, khususnya Brebes dan Tegal, dalam kondisi penuh. Hal ini memberikan keyakinan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan.
Hekal juga menekankan pentingnya aspek pengemasan dan logistik sebagai investasi jangka panjang bagi swasembada pangan. Ini termasuk skema Danantara atau upaya inovatif lainnya, menunjukkan perhatian terhadap sistem pangan komprehensif.
- Total stok beras di Bulog Jateng mencapai 372.362 ton setara beras.
- Sekitar 80 persen dari stok tersebut sudah dalam bentuk beras siap salur.
- Bulog telah merealisasikan penyerapan 200 ribu ton gabah beras dari target 374 ribu ton hingga 1 Mei 2026.
- Penyaluran bantuan pangan Bulog telah mencapai 30 persen dan ditargetkan selesai akhir Mei 2026.
Sumber: AntaraNews