Stok Beras Bulog Bali Penuh, Amankan Kebutuhan Pangan Hingga Empat Bulan ke Depan
Ketersediaan Stok Beras Bulog Bali saat ini mencapai 13.000 ton, memastikan kebutuhan pangan masyarakat Pulau Dewata aman hingga empat bulan ke depan. Bagaimana Bulog menjaga stabilitas pasokan dan harga?
Perum Bulog Kantor Wilayah Bali mengumumkan bahwa gudang beras di seluruh kabupaten/kota di Pulau Dewata telah terisi penuh. Kondisi ini menjamin ketersediaan pasokan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan.
Pemimpin Perum Bulog Bali, Muhamad Anwar, di Denpasar, Bali, pada Senin (20/4), menyatakan bahwa stok beras yang dikuasai Bulog Bali saat ini mencapai 13.000 ton. Angka ini menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan pangan di Provinsi Bali.
Anwar menambahkan, kondisi ini juga memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional. Selain itu, keterisian gudang yang optimal merupakan cerminan keberhasilan penugasan pemerintah dalam penyerapan hasil produksi gabah atau beras dalam negeri, sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Strategi Penyerapan Gabah Lokal di Bali
Keterisian gudang Bulog Bali yang optimal merupakan bukti nyata keberhasilan penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi gabah atau beras dari dalam negeri. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Bulog memiliki target penyerapan nasional yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebesar 4 juta ton setara beras di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Bali, Anwar ditugaskan menyerap gabah atau beras petani setempat sebanyak 3.786 ton setara beras.
Hingga saat ini, realisasi penyerapan oleh Bulog Bali sudah mencapai sekitar 3.419 ton setara beras, atau sekitar 92,4 persen dari target yang ditetapkan. Kegiatan penyerapan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran kanwil dan kantor cabang Bulog melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi, serta melalui mitra kerja di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa cadangan pangan nasional dikelola secara baik serta siap didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Pengelolaan Cadangan Beras Nasional dan Optimalisasi Gudang
Secara nasional, stok beras pemerintah yang dikuasai Bulog seluruh Indonesia saat ini mencapai 4,88 juta ton. Angka ini menunjukkan kapasitas dan kesiapan Bulog dalam mengelola cadangan pangan negara.
Seiring dengan tingginya realisasi penyerapan sejak awal 2026, tingkat keterisian gudang Bulog di seluruh Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi penyerapan yang diterapkan.
Bulog mengoptimalkan 1.540 unit gudang miliknya sendiri dengan total kapasitas riil sebesar 3.061.484 ton untuk menyimpan beras. Gudang-gudang ini mendukung penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang krusial bagi ketahanan pangan.
Untuk mengantisipasi peningkatan volume stok, Bulog juga menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang pinjam pakai (gudang non-Bulog filial), gudang sewa mandiri, serta melalui jasa pergudangan. Tercatat, 1.254 unit gudang tambahan dengan kapasitas riil sebesar 2.686.215 ton sudah digunakan, memastikan seluruh stok tersimpan dengan baik, aman, serta tersebar merata di berbagai wilayah.
Sumber: AntaraNews