Bulog Jabar Pastikan Stok Beras Aman hingga Akhir 2025, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Perum Bulog Jawa Barat menegaskan stok beras yang dikuasainya mencapai 590 ribu ton, menjamin ketersediaan hingga akhir 2025. Stok Beras Bulog Jabar yang melimpah ini diharapkan menenangkan masyarakat.
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Jawa Barat (Jabar) memastikan ketersediaan beras di wilayahnya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Stok beras yang dikuasai Bulog Jabar saat ini mencapai 590 ribu ton, menjamin pasokan hingga akhir tahun 2025.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Perum Bulog Jabar, Nurman Susilo, pada Jumat, 28 November, di Bandung. Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan kekhawatiran publik mengenai ketersediaan pangan menjelang akhir tahun.
Dengan cadangan yang melimpah, Bulog Jabar tidak perlu melakukan impor beras dan siap mendukung berbagai program pemerintah. Ini termasuk bantuan pangan, penanganan bencana, serta intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga.
Cadangan Beras Melimpah, Jaminan Tanpa Impor
Nurman Susilo menegaskan bahwa Stok Beras Bulog Jabar saat ini berada pada level yang sangat aman. Dengan total 590 ribu ton, cadangan ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Jawa Barat hingga Desember 2025.
Kondisi cadangan yang kuat ini membuat Bulog Jabar tidak memerlukan impor beras dalam waktu dekat. Kapasitas cadangan yang ada dinilai sudah mampu mendukung berbagai inisiatif pemerintah, termasuk program bantuan pangan dan stabilisasi harga.
Selain memastikan ketersediaan, Bulog Jabar juga aktif menggelontorkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sepanjang tahun ini, sekitar 59 ribu ton beras SPHP telah disalurkan ke pasar, membantu menjaga harga tetap terkendali.
Pimpinan Bulog Jabar, Nurman Susilo, secara spesifik menyatakan, "Publik Jawa Barat jangan panik. Stok beras sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga akhir tahun ini." Pernyataan ini memperkuat keyakinan akan ketahanan pangan daerah.
Dukungan Bantuan Pangan dan Distribusi Merata
Selain intervensi pasar, Bulog Jabar juga berperan aktif dalam menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sekitar 3,3 juta warga Jawa Barat terus menerima bantuan ini secara berkala.
Setiap penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Alokasi bantuan ini mencakup periode Oktober dan November 2025, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga akses pangan bagi warganya.
Untuk memastikan pasokan beras sampai ke seluruh pelosok, Bulog terus memperkuat manajemen logistik dan distribusinya. Tujuannya adalah agar pasokan beras merata hingga ke wilayah pesisir dan perbatasan Jawa Barat, tidak hanya terpusat di perkotaan.
Nurman Susilo menambahkan, "Kami menjaga agar seluruh titik suplai prioritas tetap aman, sehingga ketahanan pangan daerah dan nasional terjaga." Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi ketahanan pangan nasional.
Stabilitas Pasar Menjelang Akhir Tahun
Dengan kondisi cadangan yang memadai, Bulog Jabar berharap dapat menjaga stabilitas pasar menjelang libur akhir tahun. Periode ini seringkali diwarnai peningkatan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga.
Ketersediaan Stok Beras Bulog Jabar yang terjamin diharapkan mampu meredam fluktuasi harga dan mengamankan kebutuhan masyarakat. Hal ini juga penting hingga memasuki musim panen raya berikutnya, yang biasanya terjadi di awal tahun.
Langkah-langkah proaktif Bulog dalam menjaga pasokan dan harga menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau di seluruh wilayah.
Sumber: AntaraNews