Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) terus memperkuat sinergi. Keduanya bertekad menjangkau generasi muda Indonesia agar lebih mencintai sektor pertanian dan turut serta dalam pembangunan berkelanjutan.
Langkah strategis ini diambil melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan Kemenpora, Kementerian Pertanian, dan FAO sendiri. Tujuannya adalah untuk mendorong partisipasi aktif para pemuda pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Deputi I Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Yohan, menyatakan komitmen ini dalam penutupan program Petani Keren di Jakarta. Program ini menjadi wadah penting bagi pengembangan wirausaha tani muda, atau yang dikenal sebagai pemuda pertanian, di seluruh negeri.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Generasi Petani Masa Depan
Yohan menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya ini. Kemenpora, Kementerian Pertanian, dan FAO akan bergerak bersama untuk mencapai tujuan tersebut.
"Kami akan melakukan kolaborasi untuk bisa menjangkau anak-anak muda ini mencintai dunia pertanian," ujar Yohan. Ia menambahkan, "(Dengan skema) apakah pertanian dengan ada lahannya atau mungkin di atas lahannya."
Inisiatif ini akan diwujudkan melalui rencana aksi nasional yang terintegrasi. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menggerakkan minat pemuda pertanian terhadap sektor ini. Koordinasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan petani muda.
Advertisement
Advertisement
Integrasi Modul Pelatihan dan Inovasi 'Petani Keren'
Program "Petani Keren" telah berjalan sejak tahun 2024 dan menunjukkan hasil positif. Sebanyak 100 anak muda dari berbagai daerah berhasil dilatih menjadi wirausaha tani. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis sebagai pemuda pertanian masa depan.
Yohan juga berkomitmen untuk mengintegrasikan modul pelatihan sistem pertanian "Petani Keren" ke dalam program kewirausahaan dan kepemudaan nasional. Modul ini mencakup pembelajaran komprehensif dari ladang hingga pasar. Integrasi ini akan memperluas jangkauan program bagi para pemuda pertanian.
Pelatihan tersebut juga meliputi pemetaan keanekaragaman hayati lokal dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Selain itu, diajarkan pula pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Ini penting untuk meningkatkan nilai ekonomi pertanian.
Advertisement
Program ini juga fokus pada pembangunan model pertanian inovatif dengan basis teknologi digital yang ramah lingkungan. Contohnya adalah rumah kaca dan metode permakultur yang memungkinkan pertanian efisien di lahan terbatas. Inovasi ini menjadi daya tarik bagi generasi muda dan calon pemuda pertanian.
Advertisement
Jadwal Pelatihan Percontohan Program 'Petani Keren'
Untuk memastikan penyebaran pengetahuan dan praktik terbaik, program "Petani Keren" telah menyelenggarakan pelatihan percontohan di beberapa lokasi. Inisiatif ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak pemuda pertanian di berbagai wilayah.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis dan mendalam kepada para peserta. Berikut adalah jadwal dan lokasi pelatihan percontohan yang telah dilaksanakan:
- Pelatihan percontohan pertama digelar di Jakarta pada 14 Oktober-20 Desember 2024.
- Pelatihan kedua dilaksanakan di Lampung pada 17 Juni-29 Juli 2025.
- Pelatihan ketiga kembali diadakan di Jakarta pada 16 September-14 Oktober 2025.
Advertisement
Jadwal ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas pemuda pertanian. Diharapkan, lebih banyak pemuda dapat terlibat dalam program-program serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews