Program transmigrasi kini memasuki babak baru. Pemerintah mengubah paradigma transmigrasi dari sekadar program perpindahan penduduk menjadi instrumen pembangunan kawasan yang mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Transformasi tersebut ditegaskan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat memimpin Apel Pegawai di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Denpasar, Bali, Selasa (21/7).
"Buktikan bahwa transmigrasi itu berkarya nyata, bukan sekadar memindahkan orang. Tunjukkan hasil karyanya, mulai dari pengembangan kopi, kelapa, durian, hingga potensi pertambangan. Libatkan kampus untuk berkolaborasi dan hadirkan investor melalui skema Build, Operate, Transfer (BOT) agar lahan-lahan ini menjadi produktif," ujar n Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara
Menurutnya, keberhasilan transmigrasi saat ini tidak lagi diukur dari banyaknya warga yang dipindahkan, melainkan dari kemampuan kawasan transmigrasi menciptakan aktivitas ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, Kementerian Transmigrasi terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan investor untuk mengembangkan potensi unggulan di setiap kawasan transmigrasi. Melalui riset, hilirisasi, dan investasi, berbagai komoditas lokal diharapkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Advertisement
Pembangunan Kawasan
Menteri Iftitah menegaskan bahwa paradigma pembangunan transmigrasi kini berorientasi pada pembangunan kawasan yang memiliki daya tarik ekonomi. Fokus pemerintah bukan lagi mendorong masyarakat untuk pindah, melainkan membangun kawasan yang mampu menarik masyarakat dan pelaku usaha datang dengan sendirinya.
"Kita tidak lagi sekadar memindahkan orang, tetapi menciptakan gula agar semut datang. Artinya, kita membangun kawasan yang didukung infrastruktur dasar yang memadai, seperti jalan, listrik, air bersih, internet, dan keamanan. Dengan begitu investasi masuk, ekonomi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan masyarakat datang karena melihat adanya masa depan yang lebih baik," jelasnya.
Diamengajak seluruh aparatur Kementerian Transmigrasi untuk ikut bertransformasi. Menurutnya, perubahan organisasi hanya dapat terwujud apabila setiap individu terlebih dahulu bersedia mengubah dirinya.
"Sebelum mentransmigrasikan orang lain, transmigrasikanlah diri Anda sendiri. Ubah diri dari yang malas menjadi rajin, dari yang biasa menjadi luar biasa. Ketika manusianya berubah menjadi lebih baik, organisasi juga akan menghasilkan perubahan yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.