PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus memperluas jangkauan untuk menggerakkan roda ekonomi sekaligus menjalankan misi sosial. Perusahaan menghidupkan sektor usaha kecil yang selama ini terabaikan di luar pusat perhatian.
Layanan diperluas mulai dari kawasan perkotaan, gang-gang sempit, hingga desa-desa terisolasi di tepian negeri. PNM memastikan pelayanan negara hadir secara nyata mengetuk pintu masyarakat di pelosok Ibu Pertiwi.
Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Prasejahtera (Mekaar), negara hadir melalui perjumpaan konkret, dialog di teras rumah, serta pendampingan terukur bagi perempuan prasejahtera. Modal usaha adalah langkah awal, namun kepercayaan dan keberanian menjadi kunci utama perubahan. Di tangan para perempuan ini, usaha ultra mikro bangkit, ekonomi keluarga menguat, dan masa depan generasi penerus mendapatkan kepastian.
Langkah ini mengeksekusi visi besar COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang menuntut BUMN memberikan kontribusi nyata di luar pencapaian finansial. "BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan,” terang Dony.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa fondasi utama keberhasilan pembiayaan dan pemberdayaan ini terletak pada ketangguhan para nasabah di tengah segala keterbatasan.
"PNM membersamai sebagian kecil dari perjalanan mereka. Kekuatan sesungguhnya ada pada para ibu yang setiap hari memilih untuk bangkit, bekerja, dan menjaga harapan keluarganya. Tugas kami adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri dan terus memiliki ruang untuk bertumbuh," ujarnya.
Advertisement
Sesuai Asta Cita Prabowo
Strategi ini beroperasi sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi rakyat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan memberdayakan perempuan pengusaha ultra mikro di garis terdepan, PNM mengeksekusi target negara langsung di tingkat akar rumput.
Pembangunan nasional yang sejati tidak diukur dari megahnya infrastruktur fisik semata, melainkan dari kemandirian ekonomi keluarga di seluruh Indonesia.
Di wilayah 3T, pelayanan publik ditunjukkan lewat kerja nyata. PNM menembus jarak geografis dan tantangan medan demi duduk bersama masyarakat, memahami kebutuhan riil, dan mengeksekusi solusi. Lewat PNM Mekaar, negara membuka akses ekonomi dan mengawal perempuan-perempuan tangguh agar berdaya di tanah mereka sendiri. Setiap jengkal wilayah Indonesia berhak atas akses dan kesempatan pembangunan yang setara.